Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 MEI 2026 • 09:15 WIB

Kacamata Anti Sinar Biru: Efektif Lindungi Mata atau Sekadar Gimmick Marketing?

Kacamata Anti Sinar Biru: Efektif Lindungi Mata atau Sekadar Gimmick Marketing?Ilustrasi seseorang menggunakan kacamata anti sinar biru. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kacamata anti sinar biru (blue-light glasses) makin banyak digunakan masyarakat, seiring meningkatnya durasi pemakaian perangkat digital di zaman modern. 

Produsen kerap mengklaim, produk tersebut mampu mengurangi kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital, sekaligus meningkatkan kualitas tidur. 

Namun, bagaimana sebenarnya fakta ilmiah di balik klaim tersebut? Sejumlah penelitian menunjukkan hasil yang beragam. 

Meski banyak pengguna melaporkan peningkatan kenyamanan saat menggunakan kacamata ini, bukti ilmiah mengenai efektivitasnya masih belum konsisten. 

Dikutip dari Medical Daily, beberapa studi bahkan hanya menemukan manfaat terbatas. Terlebih, terkait kualitas tidur jika digunakan secara strategis menjelang waktu istirahat.

Baca juga: Benarkah Kacamata Anti Sinar Biru Bantu Kurangi Mata Minus pada Anak? Ini Kata Dokter

Apa Itu Kacamata Anti Sinar Biru?

Kacamata anti sinar biru dirancang dengan lensa khusus, yang dapat menyaring sebagian spektrum cahaya biru yang dipancarkan oleh layar digital, dan lampu LED. 

Umumnya, lensa ini mampu memblokir sekitar 20–30 persen cahaya biru. Jenisnya pun beragam.

Mulai dari lensa bening dengan lapisan anti-reflektif, hingga lensa berwarna kekuningan (amber) yang menyaring cahaya biru lebih kuat. 

Kacamata ini tersedia dalam versi dengan maupun tanpa resep. Sehingga, kacamata tersebut dapat digunakan oleh siapa saja, baik yang memiliki gangguan penglihatan maupun tidak.

Kacamata Anti Sinar Biru: Efektif Lindungi Mata atau Sekadar Gimmick Marketing?Ilustrasi penggunaaan kacamata anti sinar biru saat bekerja. (Freepik)

Memahami Paparan Sinar Biru

Cahaya biru berada pada panjang gelombang sekitar 400–500 nanometer, dalam spektrum cahaya tampak. Secara alami, sinar ini banyak ditemukan dalam sinar matahari, dan berperan penting dalam menjaga kewaspadaan serta suasana di siang hari.

Namun, paparan cahaya biru pada malam hari dapat mengganggu produksi melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur. 

Meski perangkat digital memancarkan cahaya biru dalam jumlah lebih kecil dibandingkan matahari, penggunaan perangkat pada malam hari dan jaraknya yang dekat dengan mata, dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada ritme sirkadian dan kenyamanan visual.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kacamata Anti Sinar Biru: Efektif Lindungi Mata atau Sekadar Gimmick Marketing?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!