Ilustrasi tato (Pexels/Kevin Bidwell)
INDOZONE.ID - Tato sering dianggap sebagai simbol kebebasan berekspresi. Sekali duduk di kursi studio, pulang-pulang membawa “karya seni” yang menempel seumur hidup. Namun, siapa sangka, di balik tinta yang terlihat keren itu, ada risiko tersembunyi yang bahkan bisa menyerang mata.
Kedengarannya ekstrem? Namun, ini bukan sekadar mitos.
Sejumlah dokter mata di Australia menemukan kasus unik sekaligus mengkhawatirkan: beberapa orang yang bertato mengalami uveitis, yaitu peradangan pada bagian tengah mata.
Awalnya, banyak pasien datang dengan keluhan yang terlihat “biasa”, seperti mata merah, nyeri, dan pandangan mulai buram.
Namun, setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata pemicunya bukan infeksi biasa, melainkan reaksi sistem imun terhadap tinta tato yang sudah lama ada di tubuh.
Yang lebih mengejutkan, kondisi ini bisa muncul bertahun-tahun setelah tato dibuat.
Baca juga: Korea Selatan Hadirkan Tato Nanoteknologi, Padukan Karya Seni dengan Kesehatan
Banyak orang mengira tinta tato aman. Padahal, komposisinya cukup kompleks. Beberapa penelitian menemukan adanya kandungan logam berat hingga zat berbahaya di dalamnya.
Tubuh kita kadang menganggap zat ini sebagai “musuh”. Akibatnya, sistem imun bereaksi berlebihan dan, dalam kasus tertentu, justru menyerang bagian tubuh lain, termasuk mata.
Menariknya, tinta warna hitam disebut sebagai salah satu yang paling sering dikaitkan dengan kasus ini.
Dari puluhan kasus yang dianalisis:
Dalam beberapa kondisi, peradangan kronis ini bahkan memicu komplikasi seperti katarak dan glaukoma, dua masalah serius yang dapat memperparah kerusakan mata.
Ilustrasi tato di wajah. (Freepik freestockcenter)
Tenang, risiko ini memang tergolong sangat kecil. Diperkirakan hanya sekitar 12–15 kasus per satu juta orang yang bertato.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Discovermagazine.com