Ilustrasi kendala saat ke psikiater pakai BPJS dan cara mengatasinya (freepik)
INDOZONE.ID - Niat ke psikiater pakai BPJS sebenarnya sudah jadi langkah besar. Soalnya, nggak semua orang berani sampai di titik itu.
Namun realitanya, prosesnya kadang nggak semulus yang dibayangkan. Kita harus bolak-balik ke faskes, antre panjang, sampai bingung soal rujukan. Semua itu bisa bikin makin overthinking duluan sebelum ketemu dokter.
Bukan berarti sistemnya nggak membantu. BPJS tetap jadi solusi penting buat kamu yang butuh layanan kesehatan mental dengan biaya terjangkau.
Hanya saja, ada beberapa kendala yang memang sering dialami banyak orang, terutama yang baru pertama kali mencoba.
Nah, berikut ini berbagai kendala saat ke psikiater pakai BPJS. Simak sampai selesai ya, biar kamu tetap bisa menjalani prosesnya dengan lebih tenang!
Kendala:
Banyak pasien baru yang belum tahu sistem rujukan berjenjang. Karena merasa butuh psikiater, mereka langsung datang ke Poli Jiwa Rumah Sakit besar. Akhirnya, mereka berujung ditolak oleh pihak administrasi RS.
Solusi:
Ingat alur dasarnya. Kamu wajib ke Faskes Tingkat 1 dulu, bisa Puskesmas/Klinik tempat BPJS-mu terdaftar. Di sana, dokter umum akan memeriksa kondisimu dan membuatkan surat rujukan online ke RS. Jadi, jangan langsung lompat ke RS ya!
Baca juga: Scroll HP Bikin Stres? Coba Lakukan Digital Detox sebelum Kesehatan Mental Ambruk
Kendala:
Kadang, dokter umum di Faskes 1 nggak langsung memberikan surat rujukan. Ada kalanya mereka mencoba memberikan obat penenang biasa dulu. Bisa juga mereka menganggap keluhanmu belum terlalu darurat.
Solusi:
Kuncinya adalah komunikasikan kondisimu secara jelas dan tegas. Jangan cuma bilang "Saya stres, Dok." Tapi breakdown dampaknya secara fisik dan fungsi hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan