Ilustrasi pemeriksaan katarak. (Magnific)
INDOZONE.ID - Katarak masih jadi salah satu penyebab utama kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah di Indonesia. Meski dapat ditangani melalui tindakan operasi yang aman dan efektif, tidak semua masyarakat punya akses pada layanan kesehatan mata, baik karena keterbatasan ekonomi maupun kesempatan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Upaya memperluas akses tersebut terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Bakti Sosial Katarak (BASOKA) yang digelar pada 11–12 Juli 2026 di Siloam Hospitals Surabaya.
Kegiatan ini hasil kerja sama dengan Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) serta Rotary Club, yang terdiri dari Rotary Club of Surabaja - Darmo District 3420 Indonesia, Rotary Club of Gangneung Yeongdong District 3730 South Korea, District 3501 Taiwan, dan The Rotary Foundation.
Program tersebut diawali dengan skrining katarak pada 27 Juni 2026 yang diikuti 273 warga. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis mata dan tim medis untuk mengetahui kondisi penglihatan sekaligus menentukan kelayakan menjalani operasi.
Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 86 pasien dinyatakan memenuhi persyaratan dan indikasi medis sehingga dapat menjalani operasi katarak secara gratis.
Baca juga: Orang Indonesia Bisa Kena Katarak Lebih Cepat, Kok Bisa? Ini Kata Dokter
Seluruh peserta mendapatkan layanan mulai dari skrining, pemeriksaan penunjang, tindakan operasi, hingga pemantauan pascaoperasi sesuai standar pelayanan medis.
Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan tim dokter spesialis mata Siloam Hospitals Surabaya dari berbagai subspesialisasi oftalmologi sehingga seluruh tindakan operasi dapat dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pasien serta kualitas hasil operasi.
Direktur Siloam Hospitals Surabaya, dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK, mengatakan kolaborasi lintas organisasi menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata.
"Kesehatan mata memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas hidup seseorang. Melalui kolaborasi bersama PUKAT dan Rotary Club, kami ingin menghadirkan akses layanan operasi katarak yang aman, berkualitas, dan dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap dapat membantu mengurangi angka gangguan penglihatan akibat katarak sekaligus menjadi harapan baru bagi para pasien untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas serta menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif."
Perwakilan PUKAT, Ir. Lie Leonardo Gunawan, menilai kerja sama antara organisasi sosial, tenaga kesehatan, dan rumah sakit dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh layanan operasi katarak.
Baca juga: Katarak Bisa Picu Kebutaan, Pahami Cara Deteksi Dini Sejak Usia Muda
"Melalui sinergi antara organisasi sosial, tenaga kesehatan, dan rumah sakit, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk menjalani operasi katarak. Penglihatan yang kembali pulih bukan hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri, kemandirian, dan produktivitas para pasien," ujarnya.
Rotary Club juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung kesehatan masyarakat. Sinergi antara institusi kesehatan dan organisasi sosial diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: