Sabtu, 28 JUNI 2025 • 17:20 WIB

Bali Expo Wellness 2025, Tonggak Pulau Dewata Jadi Pusat Wisata Kebugaran Dunia

Author

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa (kiri) bersama Co-founder & Director Bali Wellness and Beauty Expo Diah Permana Tirtawati (kanan) dalam acara Bali Wellness and Beauty Expo 2025

INDOZONE.ID - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Luh Puspa, menegaskan pentingnya ajang “Bali Wellness and Beauty Expo 2025” sebagai batu loncatan memperkuat citra Bali di mata dunia sebagai destinasi utama wisata kebugaran dan kesehatan.

Menurutnya, lebih dari 23% wisatawan datang ke Bali karena tertarik dengan tawaran wisata kesehatan dan wellness yang dimilikinya.

"Kita harus menjadikan Bali sebagai best wellness destination in the world," ujar Ni Luh Puspa saat memberikan sambutan pada pembukaan acara yang digelar di Bali Beach Convention Center, Jumat (27/6/2025).

Acara yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 27 hingga 29 Juni 2025, ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di dunia kesehatan dan wellness. 

Baca juga: Nongkrong Produktif: Tren Baru Anak Muda yang Bikin Me Time Jadi Power Time

Beberapa di antaranya seperti penyedia layanan kesehatan, pelaku usaha kebugaran, operator tur, serta para pembuat kebijakan. Tujuan kegiatan yakni membangun sinergi dan merancang inovasi baru yang sesuai dengan tren dan minat para pelancong.

Berdasarkan data internasional, Indonesia saat ini menempati posisi ke-18 dunia dalam sektor wellness tourism dan menjadi pemimpin di kawasan ASEAN. 

Capaian ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya ikut serta dalam kompetisi pasar global, tetapi juga tampil unggul, khususnya lewat kontribusi Bali yang pada tahun 2018 dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia oleh TripAdvisor.

Untuk mendukung pengembangan sektor ini, pemerintah telah meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. KEK ini menjadi proyek kesehatan terbesar dan pertama di Indonesia yang dikhususkan untuk layanan medis dan wellness terintegrasi, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: 17 Caption Singkat Selamat Pagi yang Aesthetic dalam Bahasa Inggris, Bikin Feed Makin Adem

"Ini adalah sinyal kuat komitmen serius pemerintah untuk mengembangkan destinasi wisata kesehatan dan kebugaran berskala internasional dan berkelas dunia," tegas Ni Luh.

Co-founder & Direktur Bali Wellness and Beauty Expo 2025, Diah Permana Tirtawati, turut mengapresiasi dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata. 

Ia menyebut selama ini Bali sudah terkenal sebagai destinasi wisata hiburan, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), pernikahan, hingga wisata bahari seperti menyelam dan snorkeling.

Namun, Diah menilai Bali juga menyimpan potensi besar dalam wisata kesehatan dan kebugaran, dengan banyaknya pusat yoga, meditasi, dan spa berkelas dunia. 

"Namun Bali belum pernah mendeklarasikan diri sebagai destinasi wellness secara eksplisit," jelas Diah.

Merujuk laporan dari Global Wellness Institute tahun 2025, sektor wellness diperkirakan akan mencapai nilai 9 triliun dolar AS pada 2028 dengan pertumbuhan tahunan sebesar 7,3%. Sementara itu, Asia Pasifik tercatat mencapai nilai 1,9 triliun dolar AS di tahun 2023.

"Hal ini membuktikan bahwa industri wellness ternyata memiliki peluang yang sangat besar dan akan terus bertumbuh," tambah Diah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenpar.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU