Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 18:10 WIB

Apakah Cacing Gelang Bisa Berkembang Biak dalam Tubuh Manusia? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Author

Ilustrasi cacing. (Freepik)

INDOZONE.ID - Belum lama ini sebuah berita viral menghebohkan jagat dunia maya. Ya, terdapat sekira 1 kg cacing gelang yang hidup serta berkembang biak di dalam tubuh seorang anak berusia 4 tahun asal Sukabumi.

Kini muncul pertanyaan terkait apakah bisa cacing gelang berkembang biak di dalam tubuh manusia, terutama pada tubuh anak-anak?

Seperti INDOZONE sadur dari Healthdirect, Rabu (20/8/2025), cacing gelang sejatinya tidak dapat berkembang biak di dalam tubuh manusia. Namun cacing gelang dapat menyebabkan infeksi yang masif di dalam tubuh manusia, lantas seperti apa prosesnya?

Untuk menemukan jawaban tersebut, kita harus lebih dahulu memahami daur hidup cacing gelang secara mendalam. Cacing gelang memiliki siklus hidup yang sangat unik dan memerlukan lingkungan luar tubuh manusia untuk bisa melanjutkan keturunannya.

Baca juga: Kisah Pilu Raya, Balita di Sukabumi yang Meninggal Dunia dengan Tubuh Penuh Cacing

Berikut adalah tahapan daur hidupnya:

1. Telur Tertelan

Semuanya dimulai ketika telur cacing gelang yang sudah matang dan infektif (mengandung larva) secara tidak sengaja tertelan oleh manusia. Telur ini biasanya masuk melalui makanan, air, atau tangan yang terkontaminasi oleh tanah atau feses yang mengandung telur cacing.

2. Menetas di Usus

Setelah tertelan, telur ini menetas di usus halus. Larva cacing yang baru menetas ini sangat kecil dan memiliki kemampuan luar biasa.

3. Migrasi ke Paru-paru

Larva yang sudah menetas tidak langsung tinggal di usus. Mereka akan menembus dinding usus, masuk ke aliran darah, dan melakukan perjalanan panjang menuju paru-paru.

Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Pengorbanan Anak Pertama Dalam Bahasa Inggris

4. Menuju Tenggorokan

Setelah sampai di paru-paru, larva akan tumbuh lebih besar. Kemudian, mereka akan naik melalui saluran napas (bronkus dan trakea) hingga mencapai tenggorokan. Di sinilah mereka kembali tertelan (secara tidak sadar), kembali masuk ke saluran pencernaan.

5. Menjadi Dewasa di Usus Halus

Setelah tertelan kedua kalinya, larva yang kini lebih besar akan kembali ke usus halus. Di sinilah mereka akan tumbuh menjadi cacing gelang dewasa.

6. Reproduksi dan Pelepasan Telur

Di usus halus, cacing gelang jantan dan betina akan kawin. Cacing betina dewasa bisa menghasilkan hingga 200.000 telur setiap hari! Telur-telur ini kemudian keluar dari tubuh manusia bersama feses.

7. Siklus Berulang di Luar Tubuh

Telur yang keluar bersama feses ini tidak langsung infektif. Mereka harus berada di lingkungan yang lembap dan hangat (tanah) selama beberapa minggu hingga bulan untuk berkembang menjadi bentuk infektif yang siap menginfeksi manusia lain.

Dari penjelasan di atas, kita bisa melihat bahwa cacing gelang tidak bisa menyelesaikan seluruh siklus reproduksi di dalam tubuh manusia. 

Mengapa? Karena telur yang dihasilkan oleh cacing betina di dalam usus harus keluar dari tubuh dan matang di lingkungan luar terlebih dahulu. Jika telur tersebut tidak keluar, mereka tidak akan menetas dan menjadi cacing baru.

Inilah mengapa infeksi yang masif (jumlah cacing yang sangat banyak) biasanya terjadi karena paparan berulang. Seseorang bisa terinfeksi berkali-kali jika ia terus-menerus mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi telur cacing yang sudah matang di luar tubuh.

Meskipun tidak berkembang biak di dalam tubuh, infeksi Ascaris lumbricoides tetap sangat berbahaya. Jika jumlah cacingnya banyak, mereka bisa menyebabkan:

  • Penyumbatan Usus: Jumlah cacing yang banyak bisa membentuk gumpalan dan menyumbat saluran usus, yang merupakan kondisi gawat darurat.
  • Gangguan Gizi: Cacing gelang menyerap nutrisi dari makanan yang kita konsumsi, menyebabkan kekurangan gizi, terutama pada anak-anak.
  • Masalah Paru-paru: Selama migrasi larva, anak bisa mengalami batuk, sesak napas, bahkan pneumonia.

Jadi, mitos bahwa cacing gelang bisa beranak-pinak di dalam tubuh manusia adalah tidak benar. Siklus hidup mereka sangat bergantung pada lingkungan eksternal. 

Infeksi terjadi karena paparan berulang terhadap telur yang sudah matang di luar tubuh. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah kunci utama untuk mencegah infeksi cacing gelang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthdirect

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU