Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 17:09 WIB

Mengenal Uveitis Radang Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan Jika Terlambat Ditangani

Author

Ilustrasi mata merah (freepik)

INDOZONE.ID - Banyak orang mengira mata merah hanya disebabkan oleh kelilipan atau kelelahan. Padahal, salah satu penyebab mata merah yang serius adalah uveitis.

Uveitis adalah peradangan pada lapisan tengah mata (uvea) yang bisa berujung pada kerusakan permanen hingga kebutaan jika tidak segera ditangani. 

Menurut Dokter Sub Spesialis Ocular Infection and Immunology, JEC Eye Hospitals and Clinics Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, uveitis merupakan penyebab kebutaan yang sering kali tidak disadari karena gejalanya bisa menyerupai gangguan mata ringan. Padahal, kondisi ini memerlukan diagnosis dan penanganan yang tepat dan cepat.

“Kalau mata merah bukan berarti kelilipan karena bisa jadi ada peradangan di mata dan iru harus kita cari tahu,” kata dr Vani dalam acara Diskusi Media - Gangguan Retina dan Uveitis: Masalah Penglihatan yang Sering Terabaikan, di Jakarta. 

Baca juga: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganan Mata Merah

Gejala Uveitis: Tidak Selalu Hanya Mata Merah

Uveitis bisa muncul dengan gejala yang bervariasi. Pasien gak hanya mengalami mata merah berulang tapi disertai rasa nyeri saat melihat cahaya terang (fotofobia), lenglihatan kabur, serta muncul bayangan hitam kecil seperti floaters yang melayang.

Namun, tidak semua uveitis disertai mata merah. Ada juga jenis uveitis yang gejalanya hanya berupa penglihatan yang buram secara perlahan, tanpa rasa sakit. 

Gejala-gejala ini penting untuk dikenali karena peradangan di dalam mata bisa terus berkembang meski tidak terasa nyeri.

Mengapa Uveitis Berbahaya?

Dokter Sub Spesialis Ocular Infection and Immunology, JEC Eye Hospitals and Clinics Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM. (Indozone/Dewi)

Uveitis bisa menyebabkan kerusakan pada berbagai bagian mata, baik bagian depan (seperti kornea dan lensa) maupun bagian belakang (seperti vitreus dan retina). Bila peradangan terjadi secara kronis dan tidak tertangani dengan baik, struktur mata bisa rusak secara permanen.

“Yang gak banyak kita tahu adalah uveitis bisa merusak struktur depan dan belakang, semakin banyak yang rusak dan kondisinya berat. Kalau sudah kronik bisa jadi komplikasi dan sudah mengalami kebutaan. Banyak pasien mata sebelah tidak berfungsi dan terkena uveitis, kalau datang lebih early bisa diselamatkan,” ungkap dr Vani.

Baca juga: Waspada! Mata Merah & Belekan Jadi Gejala Baru Varian Arcturus yang Terdeteksi di Jakarta

Penyebab Uveitis: Infeksi, Autoimun, hingga Idiopatik

Kata dr Vani, di Indonesia datanya masih terbatas. Namun penelitian di Jakarta menunjukkan sekitar 30–35% kasus uveitis disebabkan oleh infeksi, 25% karena autoimun, dan 30% lainnya idiopatik.

Keterbatasan diagnosis menjadi tantangan besar, terutama karena banyak fasilitas kesehatan primer belum memiliki alat atau keahlian spesifik untuk mendeteksi uveitis dengan tepat.

Secara umum, penyebab uveitis bisa dibagi menjadi tiga kelompok besar:

  • Infeksi, seperti toksoplasma, virus herpes, cacar api, jamur kandida, tuberkulosis mata (TB mata), sifilis, hingga infeksi terkait HIV.
  • Autoimun, yaitu sistem imun menyerang jaringan mata sendiri. Salah satunya adalah sarcoidosisyang juga dapat menyerang organ lain.
  • Idiopatik, yaitu kasus di mana penyebab pastinya tidak diketahui meski sudah dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter mata jika mengalami mata merah yang tak kunjung reda. Hindari pengobatan tradisional yang belum terbukti secara medis, seperti meneteskan air sirih, karena justru dapat memperburuk kondisi mata. Atau hanya memberikan obat tetes secara individu karena bisa jadi memperburuk gejala.

Untuk pasien dengan riwayat uveitis, pemeriksaan rutin setiap 3–6 bulan sangat dianjurkan guna mencegah kekambuhan dan memantau kondisi mata.

Mengapa Retina Begitu Penting?

Dalam kesempatan ini, Direktur RS Mata JEC @ Menteng Dr. Referano Agustiawan, SpM(K) menjelaskan soal pentingnya retina bagi penglihatan mata seseorang. Retina adalah lapisan dalam mata yang berfungsi seperti kabel listrik penghubung antara mata dan otak. 

Radang yang tidak tertangani dapat menyebar hingga retina dan makula (bagian pusat retina yang bertanggung jawab atas ketajaman penglihatan). 

“Dari luasnya retina ada ukuran 2 mm itu namanya makula, begitu kena langsung mengganggu penglihatan kita dan penting sekali untuk mencegah masalahnya," tuturnya. 

Jika makula rusak, kemampuan melihat secara detail akan terganggu secara signifikan. Kerusakan retina juga merupakan salah satu penyebab utama kebutaan akibat uveitis.

“Kalau mata kena, 80 persen itu terganggu orang yang mengalami kebutaan stresnya 3x lipat dibandingkan dia tuli atau bisu atau gangguan panca indera yang lain,” ungkap sang dokter.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU