INDOZONE.ID - Kabar gembira datang dari pasangan selebriti Viorenita Sutanto atau yang akrab disapa Nita Vior dan Vincent Rivaldi.
Di mana pasangan ini baru dikaruniai anak pertama berjenis kelamin perempuan pada Jumat, 28 November 2025.
Kabar bahagia itu dibagikan Vior dan Vincent lewat postingan di akun Instagram mereka @nitavior dan @vincent_vrk.
Dalam foto yang diunggah, Vior dan Vincent tampak berpose sambil menggendong putri kecil mereka yang mukanya disamarkan.
Baca juga: Viral! Video Siswi SMK di Medan Melahirkan di Warung Warga dan Buang Bayinya ke Sudut Rumah Warga
Setelah melahirkan, Vior mengalami Ileus paralitik yang mengharuskan dirinya operasi dan istirahat.
Lantas, seperti apa proses melahirkan Nita Vior? Berikut cerita lengkapnya seperti dilansir Indozone dari Instagram @nitavior, Rabu (3/12/2025).
Melahirkan secara Caesar
Awalnya, Vior berharap bahwa kelahirannya bisa berlangsung secara normal.
Namun ada beberapa faktor yang menghambat niatnya tersebut sehingga Vior tidak bisa melahirkan secara normal, yakni proses pembukaan yang bertambah lambat.
Selain itu, adanya lilitan tali pusar di leher bayi sehingga persalinan harus dilakukan dengan operasi caesar.
Mengalami Ileus Paralitik
Di balik kabar bahagianya, Vior juga membagikan cerita perjuangannya setelah melahirkan.
Dia mengaku sempat mengalami Ileus paralitik atau kondisi yang membuat fungsi ususnya terganggu dan mengharuskan Vior menjalani tindakan medis lanjutan.
Kerabat yang berencana menjenguk pun sempat tertunda karena ia perlu operasi dan pemulihan intensif usai persalinan.
“Jadi kayak usus aku tuh kayak gak bisa nerima obat bius gitu guys. Jadi aku harus diinfus lagi, harus di-scan lagi, terus gak bisa gerak, kembung, gak nyaman juga menyusui, stres,” jelas Nita Vior.
Baca juga: 35 Ucapan Selamat Melahirkan untuk Ibu dan Bayi yang Penuh Doa dan Harapan
Penyebab Ileus Paralitik Secara Umum
Secara umum, Ileus Paralitik dapat mengganggu fungsi usus karena pemicunya yang beragam.
Penyebab utamanya meliputi iritasi lokal atau infeksi toksik, seperti radang usus buntu, pankreatitis, peritonitis, dan sepsis.
Kondisi inflamasi tersebut memicu gangguan pergerakan usus, membuat proses pencernaan melambat atau terhambat.
Jika tidak ditangani segera, gangguan ini bisa memperburuk respons tubuh secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram Nitavior/intodaymedia