Senin, 08 DESEMBER 2025 • 16:15 WIB

Benarkah Mi Instan Dicerna Usus Selama 2 Hari? Ini Jawaban Mutlak Dokter

Author

mie instan (freepik @KamranAydinov)

INDOZONE.ID - Mi instan digemari karena rasa dan kepraktisannya. Namun, di balik kenikmatannya, muncul kekhawatiran besar: berapa lama mi instan dicerna?

Benarkah proses cerna mi instan berlangsung jauh lebih lama dibanding makanan biasa?

Data WINA 2023 menunjukkan konsumsi mi instan di Indonesia mencapai 14,26 miliar porsi, menjadikannya konsumen terbesar kedua setelah China.

Tingginya angka ini membuat perhatian pada proses pencernaan mi instan semakin penting bagi kesehatan masyarakat.

Baca juga: Apakah Makan Mi Instan Itu Buruk untuk Kesehatan? Yuk, Kita Kupas Tuntas!

Berapa Lama Mi Instan Dicerna Tubuh?

Mi instan dicerna oleh tubuh membutuhkan waktu yang relatif panjang. Penelitian mendalam yang dikutip dari Lifehack oleh Dr. Kuo menggunakan teknologi pil kamera untuk merekam proses pencernaan.

Rekaman memperlihatkan tekstur mi instan tetap utuh setelah dua jam, sedangkan mi buatan rumah (mie segar) sudah mulai terurai pada waktu yang sama.

Mi instan membutuhkan waktu 1-2 hari dalam proses pencernaan secara sempurna dan bisa dikeluarkan menjadi tinja.

mie instant (pixabay @half_rain)

Karena ketahanannya, mi instan membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua hari hingga benar-benar terurai sempurna dan dikeluarkan tubuh.

Durasi pencernaan yang lama ini dapat menimbulkan kekhawatiran jika mi instan dikonsumsi terlalu sering.

Alasan Mi Instan Sulit Dicerna: Efek Pengawet dan Kandungan Lain

Mi instan cenderung sulit dicerna karena mengandung senyawa aditif, terutama TBHQ (Tertiary-butyl hydroquinone).

FDA menjelaskan bahwa TBHQ merupakan bahan pengawet yang sering dipakai dalam berbagai produk olahan. Konsentrasinya tidak boleh melebihi 0,02 persen dari total minyak dan lemak produk.

Baca juga: Ngeri! Ginjal Remaja 18 Tahun Ini Mengeras karena Sering Konsumsi Mi Instan dan Milk Tea

Meski dalam batas aman dan tidak mematikan, konsumsi berlebihan dapat melemahkan fungsi organ dan memicu risiko penyakit serius.

Kandungan TBHQ ini membuat saluran pencernaan bekerja jauh lebih keras, memperlambat proses pemecahan makanan, dan menjadikannya alasan utama mi instan dicerna lama.

Tips Sederhana Membantu Proses Pencernaan Mi Instan

Air putih berperan penting dalam membantu proses pencernaan. Minum air dalam jumlah cukup dapat membantu tubuh memecah makanan, memastikan mi instan lebih cepat bergerak melalui saluran cerna.

mie instan (pixabay @RitaE)

Oleh karena itu, saat Anda mengonsumsi mi instan, minuman terbaik tetaplah air putih.

Hidrasi yang baik dapat membantu proses pencernaan, mengurangi beban kerja usus, dan membantu tubuh mengatasi kandungan natrium dan aditif.

Batas Aman Konsumsi Mi Instan Menurut Ahli Gizi

Menurut ahli diet Selow Vi Vien dari Harvard dan Mount Elizabeth Hospital, konsumsi mi instan sebaiknya dibatasi satu sampai dua kali setiap minggu.

Pembatasan ini sangat penting mengingat kandungan natrium yang tinggi.

Baca juga: Sahur Terburu-Buru dengan Mi Instan? Ini Saran Dokter Agar Tetap Sehat!

Satu bungkus mi instan rata-rata mengandung sekitar 1.700 miligram natrium. Jumlah ini mencapai sebagian besar kebutuhan natrium harian dan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta stroke.

Mi instan yang dicerna lama dapat menumpuk di usus bila dikonsumsi setiap hari, membuat usus bekerja ekstra keras dan meningkatkan kerentanan terhadap gangguan pencernaan.

Mengatur pola makan sehat, dan mengimbangi mi instan dengan sayuran (untuk serat dan nutrisi), adalah kunci untuk menjaga pencernaan tetap optimal dan mengurangi risiko jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nutriflakes.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU