INDOZONE.ID - Pernahkah kamu bertanya mengapa betis nyeri setelah lari meski jarak tempuh tidak terlalu jauh?
Kondisi ini memang sering dialami oleh banyak pelari, baik pemula maupun yang sudah rutin berolahraga. Nyeri pada betis biasanya muncul karena otot bekerja lebih keras dari kemampuan biasanya.
Jika tidak ditangani dengan tepat, betis nyeri setelah lari dapat mengganggu aktivitas harian dan jadwal latihan.
Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab serta cara mengatasinya, agar kamu tetap bisa berlari dengan nyaman dan aman, berikut penjelasannya:
Penyebab Betis Sakit Setelah Lari
Betis nyeri setelah lari bisa terjadi karena ketegangan otot akibat aktivitas fisik yang berlebihan.
Saat intensitas atau durasi lari meningkat secara tiba-tiba, otot betis dipaksa bekerja lebih keras hingga mengalami mikrotrauma yang memicu peradangan dan nyeri beberapa jam setelah berlari.
Baca juga: Sakit di Betis Menunjukkan Kolesterol Terlalu Tinggi, Benarkah?
Selain itu, kurangnya pemanasan atau tidak melakukan pemanasan sebelum lari, juga membuat otot belum siap dan lebih rentan cedera.
Lebih dari itu, teknik lari yang kurang tepat, seperti mendaratkan kaki terlalu keras atau langkah yang tidak seimbang, juga dapat memberi tekanan berlebih pada otot betis.
Penggunaan sepatu lari yang tidak sesuai pun bisa menyebabkan distribusi beban tidak merata dan meningkatkan risiko sakit betis.
Cara Mengatasi Sakit Betis Setelah Olahraga
Cara mengatasi sakit betis sebenarnya cukup beragam dan mudah dilakukan, bahkan bisa dimulai dari aktivitas sehari-hari. Pertama, istirahatkan kaki dan hindari memberi beban berlebih agar otot betis punya waktu untuk pulih.
Kemudian, kompres es pada area yang nyeri untuk membantu mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan kemerahan.
Baca juga: Jaga Depresi Ringan Selama Pandemi dengan Olahraga Lari
Kamu juga bisa melakukan kompresi menggunakan perban elastis, seperti perban Ace, namun pastikan tidak membalutnya terlalu ketat.
Selain itu, lakukan elevasi dengan menyangga kaki yang cedera dan mengangkat betis lebih tinggi dari posisi jantung untuk mengurangi penumpukan cairan.
Sebagai tambahan, kurangi atau hentikan sementara aktivitas yang memicu nyeri, lalu kembalikan latihan secara bertahap, dibantu dengan foam roller atau pijatan ringan agar otot betis lebih rileks dan cepat pulih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Emedicinehealth