INDOZONE.ID - Berbagi produk perawatan kulit, kerap dianggap hal sepele. Misal, meminjam pelembap milik teman sekamar, atau mencoba maskara baru dari sahabat, sering dilakukan tanpa pikir panjang.
Namun, salah satu pendiri sekaligus dokter kulit utama di Skin Beyond Borders (SkinBB), Dr Pravin Banodkar, menegaskan, produk kecantikan tidak diperuntukan sebagai ‘satu untuk semua’.
Dikutip dari Hindustan Times, ia bilang, berbagi produk perawatan kulit dapat menimbulkan risiko. Mulai dari iritasi ringan hingga infeksi bakteri yang serius.
Setiap Kulit Itu Unik
Menurut Banodkar, alasan utama mengapa produk kecantikan dan skincare sebaiknya tidak dipakai bersama adalah, karena setiap orang punya karakteristik kulit yang berbeda.
Ada kulit normal, kering, berminyak, kombinasi, hingga sensitif, dan masing-masing membutuhkan formulasi yang berbeda.
Baca juga: Urutan Skincare Pagi Remaja Simple agar Wajah Fresh dan Terlindungi Seharian
“Orang dengan kulit berminyak biasanya menggunakan produk yang dirancang untuk mengurangi produksi minyak,” ujar Dr Banodkar.
“Produk tersebut belum tentu cocok untuk seseorang yang memiliki kulit sangat kering dan sensitif,” tambahnya.
Penggunaan produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit, dapat merusak lapisan pelindung alami kulit. Akibatnya, berbagai masalah kulit bisa muncul, seperti:
- Dermatitis kontak, ditandai dengan ruam merah dan rasa gatal
- Reaksi alergi, berupa peradangan mendadak akibat kandungan yang tidak cocok
- Jerawat, akibat pori-pori tersumbat oleh formula yang terlalu berat
Risiko Kontaminasi Kuman
Selain soal kecocokan kulit, Banodkar juga menyoroti risiko kontaminasi akibat kebiasaan berbagi produk. Produk skincare yang dikemas dalam bentuk jar, dinilai memiliki risiko paling tinggi.
Sebab, pengguna harus mencelupkan jari langsung ke dalam wadah.
“Kuman dari tangan seseorang bisa mencemari seluruh isi produk dan memicu pertumbuhan bakteri yang dapat merusak kulit,” jelasnya.
Risiko tersebut semakin meningkat, jika produk bersentuhan langsung dengan cairan tubuh, seperti:
- Air mata dan lendir pada produk mata, termasuk maskara
- Air liur pada lip balm atau lipstik
- Nanah atau darah dari jerawat aktif atau luka kecil
Ia juga mengingatkan, sabun batangan termasuk area rawan kuman. Sabun jenis ini, membutuhkan waktu lama untuk kering setelah digunakan, sehingga menjadi lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang.
Cara Aman Menjaga Kesehatan Kulit
Untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus menghindari ‘kehadiran pihak ketiga yang tidak diinginkan’, yakni bakteri, Banodkar menyarankan agar setiap orang memiliki prinsip tegas, untuk tidak berbagi produk skincare maupun makeup.
Selain itu, kebersihan alat rias juga tidak kalah penting. Kuas makeup, aplikator, dan spons sebaiknya dibersihkan setidaknya satu kali dalam seminggu.
Pembersihan dapat dilakukan menggunakan pembersih harian, atau semprotan berbahan dasar alkohol agar alat tetap steril.
Dengan menjaga kebersihan dan menggunakan produk secara personal, risiko gangguan kulit dapat diminimalkan, sekaligus membantu mempertahankan kesehatan dan tampilan kulit dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times