Ilustrasi Keputihan (irenelettiere.blogspot.com)
INDOZONE.ID - Kesehatan organ kewanitaan merupakan hal esensial yang memerlukan perhatian serius dan perawatan secara konsisten. Salah satu keluhan yang sering menimbulkan kekhawatiran bagi banyak wanita adalah munculnya cairan keputihan berwarna kuning.
Meskipun beberapa kondisi dapat tergolong wajar, perubahan warna dan tekstur cairan ini sering kali menjadi penanda adanya masalah kesehatan pada area sensitifmu.
Oleh karena itu, mari kita bahaspenjelasan medis mengenai pemicu serta langkah penanganan keputihan kuning menjadi modal penting agar kamu dapat mengambil tindakan medis yang tepat.
Baca juga: Keputihan Terus-menerus? Coba Lakukan Cara Ini untuk Meredakannya
Kondisi ini terjadi akibat adanya ketidakseimbangan bakteri alami di dalam saluran vagina.
Gejala utamanya ditandai dengan cairan berwarna kuning kekuningan atau keabu-abuan beraroma amis yang dapat menimbulkan rasa gatal serta perih pada area sensitifmu.
Meskipun umumnya berwarna putih kental, infeksi jamur candidiasis juga bisa memicu keputihan berwarna kuning.
Keluhan ini biasanya disertai dengan gatal yang hebat, rasa perih saat kamu buang air kecil, hingga kemerahan di area vulva.
Penyakit akibat infeksi parasit ini menghasilkan cairan keputihan berwarna kuning kehijauan yang berbusa dan berbau tidak sedap.
Baca juga: Apa Itu Ukara Tanduk dalam Bahasa Jawa? Ciri-Ciri dan Contoh Kalimat
Kondisi infeksi menular seksual ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman saat kamu beraktivitas harian maupun berhubungan intim.
Non-Infeksi Iritasi atau alergi dari penggunaan sabun kewanitaan berpewangi, deterjen keras, serta tindakan douching dapat memicu peradangan vagina.
Reaksi kimia dari produk-produk tersebut bisa merubah warna keputihanmu menjadi kekuningan.
Keberadaan benda asing yang lupa diangkat seperti tampon di dalam vagina dapat menjadi sarang berkembangnya bakteri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/dokterwsp