Ilustrasi Penyakit Akibat Paparan Debu Musim Kemarau. (Freepik)
INDOZONE.ID - Saat musim kemarau, udara cenderung lebih kering dan debu lebih mudah beterbangan.
Kondisi ini dapat membawa kuman, virus, maupun bakteri yang meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama jika daya tahan tubuh sedang menurun. Berikut beberapa penyakit yang perlu diwaspadai.
Baca juga: Kesadaran Meningkat, Program Apresiasi Perkuat Rasa Percaya Diri Penyandang Vitiligo
Tak hanya menyerang saluran pernapasan, debu saat musim kemarau juga dapat meningkatkan risiko diare.
Hal ini terjadi ketika makanan atau minuman terkontaminasi kuman yang terbawa debu, terutama jika kebersihannya kurang terjaga.
Baca juga: Manfaat Dry Brushing untuk Kulit: Risiko dan Cara Mencobanya
Diare ditandai dengan buang air besar sebanyak tiga kali atau lebih dalam 24 jam dengan feses yang encer atau cair.
Paparan debu dan udara kering dapat menyebabkan iritasi pada mata. Gejalanya antara lain mata merah, terasa mengganjal, belekan, hingga mata kering akibat produksi air mata yang tidak mampu melumasi permukaan mata secara optimal.
Debu yang terhirup dapat masuk ke saluran pernapasan atas dan memicu iritasi maupun infeksi, seperti faringitis atau radang tenggorokan.
Baca juga: 7 Rekomendasi Susu Pertumbuhan Anak yang Banyak Dipilih Orang Tua
Penderitanya biasanya mengalami nyeri saat menelan, tenggorokan terasa mengganjal, disertai batuk dan demam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klik Dokter