Senin, 26 JANUARI 2026 • 08:15 WIB

60 Alat Laboratorium dan Fungsinya yang Wajib Diketahui

Author

60 Alat Laboratorium dan Fungsinya yang Wajib Diketahui (Freepik)

INDOZONE.ID - Laboratorium merupakan tempat yang sangat penting dalam dunia pendidikan dan penelitian, khususnya di bidang sains seperti kimia, biologi, fisika, hingga kesehatan.

Di dalam laboratorium, berbagai percobaan dan penelitian dilakukan untuk membuktikan teori, menemukan fakta baru, serta mengembangkan ilmu pengetahuan. Tanpa alat yang tepat, kegiatan praktikum tidak dapat berjalan dengan baik.

Setiap alat laboratorium memiliki nama dan fungsi yang berbeda-beda. Ada alat yang digunakan untuk menampung cairan, mengukur volume, memanaskan bahan, hingga mengamati benda berukuran sangat kecil.

Memahami alat laboratorium dan fungsinya sangat penting, terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Dengan mengetahui kegunaan setiap alat, kegiatan praktikum dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman, dan sesuai aturan.

60 Alat Laboratorium dan Fungsinya yang Wajib Diketahui

ilustrasi Alat Laboratorium (Freepik)

Berikut ini 60 alat laboratorium dan fungsinya yang wajib diketahui sebagai pengetahuan dasar di laboratorium:

A. Alat Laboratorium Dasar

1. Tabung Reaksi

Tabung reaksi digunakan untuk menampung, mencampur, dan memanaskan zat kimia dalam jumlah kecil. Alat ini sangat umum digunakan dalam praktikum dasar.

2. Rak Tabung Reaksi

Berfungsi sebagai tempat menyusun tabung reaksi agar tetap berdiri tegak dan aman saat digunakan atau disimpan.

3. Gelas Kimia (Beaker)

Digunakan untuk menampung larutan, mencampur bahan kimia, dan memanaskan cairan. Gelas kimia tidak digunakan untuk pengukuran yang sangat presisi.

Baca juga: Canggihnya Alat Kesehatan Buatan Lokal, Siap Bersaing Sampai ke Luar Negeri

4. Gelas Ukur

Alat ini berfungsi untuk mengukur volume cairan dengan tingkat ketelitian menengah.

5. Labu Erlenmeyer

Digunakan untuk mencampur larutan, menampung hasil reaksi, serta sering dipakai dalam proses titrasi karena bentuknya memudahkan pengadukan.

6. Labu Ukur

Berfungsi untuk membuat larutan dengan volume tertentu secara tepat dan akurat.

7. Pipet Tetes

Digunakan untuk mengambil dan meneteskan cairan dalam jumlah sangat kecil.

8. Pipet Ukur

Berfungsi untuk memindahkan cairan dengan volume tertentu sesuai skala yang tertera.

9. Pipet Volume

Digunakan untuk memindahkan cairan dengan volume tetap dan tingkat ketelitian tinggi.

10. Buret

Alat ini digunakan dalam titrasi untuk meneteskan larutan secara perlahan dan terkontrol.

B. Alat Pemanas dan Pendukung

11. Pembakar Bunsen

Digunakan sebagai sumber panas dengan nyala api yang dapat diatur.

12. Kaki Tiga

Berfungsi sebagai penyangga alat gelas saat pemanasan.

13. Kawat Kasa

Digunakan untuk meratakan panas dan melindungi gelas kimia dari api langsung.

14. Hot Plate

Alat pemanas listrik yang lebih aman dan stabil dibanding api terbuka.

15. Penjepit Tabung Reaksi

Digunakan untuk memegang tabung reaksi saat dipanaskan.

16. Penjepit Krus

Berfungsi untuk memegang krus atau alat panas lainnya.

17. Termometer

Digunakan untuk mengukur suhu zat atau larutan.

18. Desikator

Digunakan untuk menyimpan bahan agar tetap kering dan bebas dari uap air.

19. Oven Laboratorium

Berfungsi untuk mengeringkan alat dan bahan pada suhu tertentu.

20. Inkubator

Digunakan untuk menyimpan sampel, terutama mikroorganisme, pada suhu yang terkontrol.

C. Alat Penyaringan dan Pemisahan

21. Corong Kaca

Digunakan untuk menuangkan dan menyaring cairan ke dalam wadah lain.

22. Kertas Saring

Berfungsi memisahkan zat padat dari cairan.

23. Corong Pisah

Digunakan untuk memisahkan dua cairan yang tidak saling bercampur berdasarkan perbedaan massa jenis.

24. Sentrifus

Alat yang memisahkan komponen zat dengan putaran kecepatan tinggi.

25. Spatula

Digunakan untuk mengambil atau memindahkan bahan kimia padat.

26. Mortir dan Alu

Berfungsi untuk menghaluskan bahan padat sebelum dianalisis.

27. Krus Porselen

Digunakan untuk memanaskan zat pada suhu sangat tinggi.

28. Cawan Petri

Digunakan sebagai wadah kultur mikroorganisme.

29. Cawan Penguap

Berfungsi untuk menguapkan pelarut dari suatu larutan.

30. Botol Reagen

Digunakan untuk menyimpan bahan kimia cair maupun padat.

D. Alat Ukur dan Analisis

31. Neraca Analitik

Digunakan untuk menimbang massa zat dengan ketelitian sangat tinggi.

Baca juga: Fertility Tracker Kit, Alat Tes Masa Subur untuk Maksimalkan Promil

32. pH Meter

Berfungsi mengukur tingkat keasaman atau kebasaan larutan secara akurat.

33. Kertas Lakmus

Digunakan untuk uji pH secara sederhana.

34. Spektrofotometer

Digunakan untuk mengukur absorbansi cahaya suatu larutan.

35. Mikroskop

Alat optik untuk mengamati objek berukuran sangat kecil.

36. Lup (Kaca Pembesar)

Digunakan untuk memperbesar objek kecil secara sederhana.

37. Refraktometer

Berfungsi mengukur indeks bias larutan.

38. Kalorimeter

Digunakan untuk mengukur perubahan kalor dalam reaksi kimia.

39. Manometer

Berfungsi mengukur tekanan gas.

40. Barometer

Digunakan untuk mengukur tekanan udara.

E. Alat Keselamatan Laboratorium

41. Jas Laboratorium

Melindungi tubuh dari percikan bahan kimia.

42. Sarung Tangan Laboratorium

Digunakan untuk melindungi tangan dari zat berbahaya.

43. Kacamata Keselamatan

Berfungsi melindungi mata saat praktikum.

44. Masker Laboratorium

Digunakan untuk mencegah terhirupnya uap berbahaya.

45. Lemari Asam

Tempat bekerja dengan bahan kimia beracun dan mudah menguap.

46. Pemadam Api

Digunakan untuk mengatasi kebakaran ringan di laboratorium.

47. Kotak P3K

Berfungsi untuk pertolongan pertama.

48. Eyewash Station

Digunakan untuk membilas mata saat terkena bahan kimia.

49. Shower Darurat

Digunakan untuk membersihkan tubuh dari zat berbahaya.

50. Tempat Limbah Kimia

Berfungsi menampung limbah bahan kimia agar aman.

F. Alat Pendukung Lainnya

51. Statif dan Klem

Digunakan untuk menopang dan menjepit alat laboratorium.

52. Magnetic Stirrer

Berfungsi mengaduk larutan secara otomatis dan merata.

53. Batang Pengaduk

Digunakan untuk mengaduk larutan secara manual.

54. Botol Semprot

Digunakan untuk menyemprotkan aquades.

55. Stopwatch

Digunakan untuk mengukur waktu percobaan.

56. Vacuum Pump

Digunakan dalam proses penyaringan vakum.

57. Autoklaf

Berfungsi untuk sterilisasi alat dan bahan.

58. Laminar Air Flow

Digunakan untuk pekerjaan steril.

59. Water Bath

Berfungsi memanaskan sampel dengan suhu stabil.

60. Freezer Laboratorium

Digunakan untuk menyimpan sampel pada suhu rendah.

Baca juga: Apakah Alat Getar Badan Bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Faktanya

Dengan memahami fungsi alat-alat laboratorium, kegiatan praktikum dapat dilakukan dengan lebih aman.

Itulah 60 alat laboratorium dan fungsinya yang perlu diketahui sebagai dasar dalam kegiatan di laboratorium.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: LabMart.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU