Minggu, 01 FEBRUARI 2026 • 19:45 WIB

Sering Nahan Buang Air Kecil Karena Sibuk? Waspadai 6 Risikonya yang Sangat Berbahaya!

Author

Ilustrasi menahan pipis. (reverehealth)

INDOZONE.ID - Nahan buang air kecil sering dianggap kebiasaan sepele, apalagi saat kamu sedang sibuk kerja, rapat, atau terlalu asyik main ponsel. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan tubuh jika dilakukan berulang kali. 

Pada dasarnya kantung kemih memiliki batas kemampuan menampung urine dan ketika batas itu dilampaui, berbagai gangguan kesehatan bisa muncul. 

Nah, berikut beberapa risiko menahan buang air kecil yang perlu kamu waspadai: 

1. Nyeri dan Rasa Tidak Nyaman

Nahan buang air kecil dapat memicu rasa nyeri dan tidak nyaman di area kantung kemih.
Kondisi ini terjadi karena kantung kemih terus dipaksa menampung urine melebihi kapasitas normalnya. 

Saat urine ditahan terlalu lama, dinding kantung kemih akan meregang dan menimbulkan rasa sakit. 

Jadi jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka panjang, elastisitas kantung kemih bisa menurun.  Akibatnya, proses buang air kecil menjadi tidak lancar dan terasa tidak tuntas.

2. Meningkatkan Risiko Batu Kantung Kemih

Nahan buang air kecil membuat urine tidak keluar sepenuhnya dan menyisakan endapan di kantung kemih.  Nah, sisa urine yang tertinggal ini lama-kelamaan dapat mengeras dan membentuk batu kantung kemih. 

Baca juga: Puasa Bukan Cuma Nahan Lapar, Ternyata Bikin Kulit Glowing!

Kondisi tersebut bisa menimbulkan nyeri saat buang air kecil dan rasa sakit di perut bagian bawah. 

Pada beberapa kasus, urine juga dapat bercampur darah. Jika tidak ditangani, batu kantung kemih dapat semakin membesar dan memperparah keluhan.

3. Inkontinensia Urine

Nahan buang air kecil terlalu sering juga dapat melemahkan otot kantung kemih. Awalnya, otot akan terasa tegang karena terus menahan tekanan urine.

Namun, seiring waktu, kekuatan dan elastisitas otot bisa menurun karena hal ini. Kondisi tersebutlah berisiko menyebabkan inkontinensia urine atau kebocoran urine tanpa disadari.

Akibatnya, kemampuan tubuh untuk menahan dan mengontrol buang air kecil menjadi terganggu.

4. Nyeri Pinggang yang Mengganggu Aktivitas

Nahan buang air kecil ternyata juga dapat memicu nyeri di area pinggang. Jadi saat kantung kemih hampir penuh, saraf akan mengirimkan sinyal kuat ke otak untuk segera buang air kecil. 

Nah, jika sinyal ini terus diabaikan, tubuh akan mengalami ketegangan. Gejalanya bisa berupa perut bawah terasa penuh, merinding, hingga nyeri yang menjalar ke pinggang.

Kondisi ini tentu membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman.

5. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Nahan buang air kecil dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih akibat penumpukan bakteri. Urine yang tertahan terlalu lama menjadi media ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

Baca juga: 5 Jenis Minuman yang Dapat Membantu Penyembuhan ISK, Agar Pemulihan Kamu Cepat!

Jika bakteri masuk dan menyebar ke saluran kemih, infeksi pun bisa terjadi. Gejala ISK meliputi nyeri saat berkemih, anyang-anyangan, hingga urine berbau menyengat. 

Pada kondisi tertentu, infeksi ini memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

6. Memicu Terbentuknya Batu Ginjal

Nahan buang air kecil juga berpotensi memicu terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal terbentuk dari endapan mineral seperti kalsium atau asam urat yang mengeras di dalam urine.

Ketika urine sering tertahan, endapan tersebut lebih mudah menyatu dan membesar. 

Batu berukuran kecil mungkin tidak menimbulkan gejala, tetapi batu yang membesar dapat menyumbat saluran kemih. Kondisi ini biasanya menimbulkan nyeri hebat saat buang air kecil.

Itulah informasi mengenai stop nahan buang air kecil. Melihat bahayanya yang diperoleh dari kebiasaan ini, sebaiknya kamu hindari ya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siloam Hospitals

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU