INDOZONE.ID - Orang yang membawa variasi pada dua gen yang berkaitan dengan nafsu makan dan pencernaan diketahui dapat menurunkan berat badan lebih banyak saat mengonsumsi obat seperti Wegovy dan Mounjaro. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature.
Hasil penelitian ini membantu menjelaskan mengapa sebagian orang mengalami penurunan berat badan yang signifikan, sementara lainnya tidak. Selain itu, studi ini juga mengungkap alasan di balik munculnya efek samping berat, seperti mual dan muntah, pada sebagian pengguna.
Obat-obatan ini bekerja dengan menekan rasa lapar melalui mekanisme yang menyerupai hormon usus alami, sehingga membuat pengguna merasa kenyang lebih lama. Diperkirakan, sekitar 1,6 juta orang di Inggris telah mencoba obat penurun berat badan ini dalam satu tahun terakhir.
Baca juga: Hasil Penelitian Sebut Manusia Bisa Belajar Diet Sehat dari Orang Utan
Rata-rata Turun 11,7 Persen, Sebagian Capai 30 Persen
Efektivitas obat ini sangat bervariasi pada tiap individu. Dalam uji klinis, semaglutide (Ozempic dan Wegovy) mampu menurunkan berat badan hingga 14 persen, sementara tirzepatide (Mounjaro) mencapai sekitar 20 persen.
Dalam penelitian yang melibatkan 15.000 orang, peserta rata-rata kehilangan 11,7 persen berat badan dalam kurun waktu sekitar delapan bulan. Namun, ada yang berhasil menurunkan hingga 30 persen, sementara lainnya hanya mengalami penurunan kecil atau bahkan tidak sama sekali.
Seluruh peserta sebelumnya telah mengikuti tes genetik melalui perusahaan 23andMe. Data tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis hubungan antara variasi genetik dan respons terhadap obat.
Dari analisis jutaan varian gen, peneliti menemukan adanya pola yang mengaitkan gen tertentu dengan efektivitas obat. Profesor Ruth Loos dari Universitas Copenhagen menyebut, beberapa varian gen yang berkaitan dengan penurunan berat badan juga berhubungan dengan efek samping seperti mual.
Varian Genetik Lebih Umum pada Keturunan Eropa
“Orang yang memiliki varian gen ini cenderung kehilangan lebih banyak berat badan,” kata Prof Loos. Rata-rata tambahan penurunan berat badan mencapai sekitar 0,76 kilogram. Bahkan, mereka yang memiliki dua salinan gen bisa mengalami penurunan lebih besar.
Varian gen tersebut lebih banyak ditemukan pada individu keturunan Eropa. Sekitar 64 persen membawa satu salinan gen, sementara 16 persen memiliki dua salinan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar 7 persen pada populasi Afrika-Amerika.
Penelitian ini juga mengidentifikasi varian gen lain yang berpotensi menyebabkan efek samping seperti mual dan muntah. Diperkirakan hingga 1 persen pengguna dapat mengalami muntah parah, hampir 15 kali lebih buruk dibandingkan kondisi normal.
Prof Loos menegaskan bahwa meski pengaruh genetik terlihat sederhana, dampaknya tetap signifikan dan tidak bisa diabaikan.
Baca juga: Hati-Hati! Obat Diet dan Suplemen Penurun Berat Badan Membahayakan Kesehatanmu
Genetika Bukan Satu-satunya Faktor
Dr Marie Spreckley dari Universitas Cambridge menekankan bahwa genetika hanyalah salah satu bagian dari faktor yang memengaruhi hasil. Menurutnya, faktor perilaku, kondisi klinis, serta pola perawatan juga berperan besar.
Gaya hidup seperti aktivitas fisik, pola makan sehat, dukungan medis, serta kondisi kesehatan lain turut menentukan keberhasilan terapi. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki peluang lebih dari dua kali lipat untuk menurunkan 15 persen berat badan dengan Mounjaro dibandingkan laki-laki.
Selain itu, faktor usia, latar belakang etnis, jenis obat, dosis, serta durasi penggunaan juga memengaruhi hasil penurunan berat badan.
Ke depan, kombinasi data genetik dan faktor lain diharapkan dapat membantu menentukan terapi yang paling tepat bagi setiap individu, atau yang dikenal sebagai “kedokteran presisi”.
Namun, Profesor Naveed Sattar dari Universitas Glasgow menilai temuan ini masih bersifat awal. “Ini menarik secara ilmiah, tetapi masih jauh dari mengubah praktik klinis,” ujarnya.
Ia menambahkan, diperlukan lebih banyak data uji klinis untuk memahami secara lebih jelas keseimbangan antara manfaat dan risiko dari terapi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bbc.com