Ilustrasi obat diet. (Freepik)
INDOZONE.ID - Mau cepat langsing memang menggoda, apalagi kalau kamu sedang merasa kurang puas dengan bentuk tubuh sendiri.
Banyak orang tergiur janji manis dari suplemen penurun berat badan dan pil diet yang bilang bisa membakar lemak “lebih cepat dan mudah” dibanding cara lain.
Tapi jangan salah — cerita sukses dari pil diet sejati itu nyaris langka.
Masalah utamanya, penggunaan pil diet biasanya muncul dari obsesi pada berat badan dan citra tubuh yang tidak sehat.
Baca juga: 100 Anak Tewas dalam Sebulan, Bangladesh Gelar Vaksinasi Darurat Hadapi Wabah Campak
Alhasil, banyak orang malah berisiko menyalahgunakan suplemen, bahkan berujung pada gangguan makan.
Pil diet, baik yang bebas dijual maupun resep dokter, umumnya bekerja dengan menekan nafsu makan atau mengurangi kemampuan tubuh menyerap nutrisi dari makanan.
Beberapa produk juga diklaim bisa membakar lemak, menekan keinginan makan gula, meningkatkan metabolisme, memperbaiki suasana hati, hingga menambah energi dan massa otot.
Tapi sayangnya klaim-klaim ini jarang terbukti secara ilmiah. Justru, penyalahgunaan suplemen ini bisa merusak kesehatan serius.
Baca juga: Wamendagri Akhmad Wiyagus Dorong Pemda Percepat Penuntasan TBC, Ini Strategi Nasionalnya
Meskipun FDA tidak mengatur ketat pil diet bebas, mereka mudah dibeli online maupun di toko fisik.
Apalagi jelang musim panas, ketika banyak orang ingin mengecilkan perut dan tampil lebih ramping, promosi pil diet kerap membanjiri media sosial.
Jika seseorang terlalu fokus ingin cepat kurus, risikonya cukup besar. Penyalahgunaan umum termasuk:
Baca juga: 6 Cara ke Dokter Gigi Pakai BPJS dan Jenis Perawatan yang Ditanggung, Wajib Tahu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Withinhealth.com