Rabu, 22 APRIL 2026 • 10:20 WIB

Hari Kartini 2026 Jadi Momentum Dorong Gerakan Nasional Kesehatan Perempuan Indonesia

Author

Gerakan Selamatkan PeRempuan INdonesia (SPRIN), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Jakarta (21/04). (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Peringatan Hari Kartini 2026 bukan hanya jadi momen mengenang perjuangan R.A. Kartini, tapi juga digunakan sebagai langkah nyata untuk mendorong kesehatan perempuan Indonesia.

Dalam momentum ini, hadir dorongan agar gerakan penyelamatan kesehatan perempuan bisa berkembang menjadi gerakan nasional yang melibatkan banyak pihak. Gerakan tersebut dikenal dengan nama SPRIN atau Selamatkan Perempuan Indonesia.

Program ini hadir karena masih banyak tantangan serius yang dihadapi perempuan Indonesia, mulai dari tingginya angka kematian ibu hingga penyakit yang sebenarnya bisa dicegah jika terdeteksi lebih awal.

Baca juga: 7 Manfaat Chia Seed untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Acara yang digelar di Jakarta pada 21 April 2026 ini dihadiri banyak tokoh dari berbagai sektor. Mulai dari pemerintahan, tenaga kesehatan, akademisi, hingga lembaga-lembaga lain yang menunjukkan dukungannya.

Prof. Budi Wiweko, Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mengungkap SPRIN diharapkan bukan sekadar program sesaat, tapi gerakan bersama yang dampaknya bisa panjang.

“SPRIN bukan sekadar program, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk mendorong perubahan nyata dan berkelanjutan. Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa kesehatan perempuan bukan isu sektoral, melainkan fondasi utama pembangunan bangsa. Ketika perempuan sehat dan berdaya, maka keluarga menjadi lebih kuat, generasi yang lahir lebih berkualitas, dan pada akhirnya akan memperkuat daya saing bangsa secara keseluruhan. Ke depan, SPRIN kami dorong untuk berkembang menjadi Gerakan Nasional yang melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan lintas sektor. Bahkan, kami menargetkan pembentukan Satgas SPRIN sebagai langkah strategis untuk memastikan upaya ini berjalan secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Baca juga: 7 Manfaat Bunga Rosella untuk Wanita, Baik untuk Tubuh dan Kulit

Kondisi Kesehatan Perempuan Masih Jadi Tantangan Besar

Saat ini, angka kematian ibu di Indonesia masih berada di kisaran 189 per 100.000 kelahiran hidup. Angka itu termasuk tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, kanker serviks juga masih jadi ancaman besar. Setiap tahun, puluhan ribu kasus baru muncul dan ribuan perempuan kehilangan nyawa.

Masalah ini semakin berat karena masih ada keterbatasan akses layanan kesehatan, perbedaan fasilitas antar daerah, stigma sosial, hingga rendahnya pemahaman soal kesehatan reproduksi.

Oleh karena itu, SPRIN hadir bukan hanya fokus di pengobatan, tapi juga edukasi dan pencegahan sejak awal.

Punya 10 Fokus Utama

Sebagai langkah nyata, SPRIN membawa 10 fokus utama yang menyasar perempuan di berbagai fase kehidupan, dari remaja hingga lanjut usia.

Program itu meliputi:

  1. Skrining DNA HPV dan vaksinasi HPV massal
  2. Edukasi kesehatan reproduksi remaja dan dewasa
  3. Suplemen gizi untuk ibu hamil
  4. Program perencanaan dan pendampingan kehamilan
  5. Cek hemoglobin dan zat besi ibu hamil
  6. Pemeriksaan kesehatan perempuan menopause
  7. Podcast edukasi kesehatan reproduksi
  8. Peningkatan mutu layanan kesehatan reproduksi
  9. Pendidikan kader kesehatan perempuan atau SPRINTER
  10. Edukasi finansial sehat untuk reproduksi sehat

Semangat Kartini Masih Relevan

Jika dulu Kartini berjuang agar perempuan memiliki akses pendidikan, sekarang perjuangan itu berkembang menjadi hak kesehatan, perlindungan, dan kesempatan hidup yang lebih baik.

Melalui gerakan ini, pesan yang dibawa adalah perempuan yang sehat dan berdaya akan membentuk keluarga kuat dan masa depan bangsa yang lebih baik.

Baca juga: Hidung Tersumbat? Ini Cara Cuci Hidung dengan NaCl yang Benar

“Ketika perempuan mendapatkan akses terhadap edukasi dan layanan kesehatan yang baik, dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga, komunitas, hingga berdampak pada masa depan bangsa. SPRIN hadir untuk memastikan bahwa setiap perempuan Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat, berdaya, dan berkontribusi dalam pembangunan. Karena menyelamatkan perempuan hari ini, berarti menyelamatkan generasi masa depan Indonesia,” tegas Prof. Budi.

Dalam Hari Kartini 2026 ini, pesan yang dibawa sangat penting mengenai perjuangan perempuan hari ini yang bukan hanya setara, tapi juga soal hak untuk sehat, aman, dan memiliki masa depan cerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU