INDOZONE.ID - Membahas siklus menstruasi sering terasa rumit, terutama bagi orang yang belum memahami bagaimana perubahan hormon memengaruhi tubuh dan emosi perempuan.
Namun, sebuah situs kesehatan asal Dubai berhasil menarik perhatian warganet dengan cara yang unik sekaligus menghibur.
Hiya Healthcare, platform kesehatan yang berfokus pada edukasi kesehatan perempuan, viral di media sosial setelah menggunakan berbagai ekspresi wajah pesepak bola Erling Haaland untuk menjelaskan empat fase utama siklus menstruasi.
Alih-alih menggunakan ilustrasi medis yang rumit, Hiya Healthcare memanfaatkan meme dan ekspresi wajah Haaland yang sudah populer di internet. Hasilnya, konten tersebut lebih mudah dipahami sekaligus mengundang senyum banyak orang.
Baca juga: Menstruasi Cuma 2 Hari, Normal atau Perlu Diwaspadai?
Dalam kampanye tersebut, setiap ekspresi Haaland mewakili perubahan hormon yang terjadi selama satu siklus menstruasi. Misalnya:
Menurut Hiya Healthcare, konsep ini dibuat agar pria maupun perempuan lebih mudah memahami bagaimana hormon dapat memengaruhi kondisi fisik dan emosional wanita setiap bulannya.
Secara medis, siklus menstruasi terdiri dari empat fase utama yang dikendalikan oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron.
Fase ini dimulai pada hari pertama haid. Lapisan dinding rahim luruh sehingga terjadi perdarahan menstruasi. Selama fase ini, sebagian perempuan dapat mengalami kram perut, tubuh terasa lemas, mudah lelah, hingga perubahan suasana hati akibat kadar hormon estrogen dan progesteron yang sedang rendah.
Setelah menstruasi selesai, tubuh mulai meningkatkan produksi hormon estrogen. Menurut Cleveland Clinic, peningkatan estrogen membantu mempersiapkan sel telur baru sekaligus membuat banyak perempuan merasa lebih berenergi, lebih fokus, dan suasana hati menjadi lebih baik.Inilah alasan Hiya Healthcare menggambarkan fase ini dengan ekspresi Haaland yang tersenyum ceria.
Ovulasi biasanya terjadi di pertengahan siklus menstruasi. Pada fase ini, sel telur matang dilepaskan dari ovarium sehingga peluang terjadinya kehamilan berada pada titik tertinggi. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sebagian perempuan juga merasa lebih percaya diri, lebih aktif, bahkan mengalami peningkatan gairah seksual karena pengaruh hormon estrogen yang mencapai puncaknya.
Setelah ovulasi, tubuh mulai memproduksi lebih banyak hormon progesteron. Jika tidak terjadi kehamilan, kadar hormon akan kembali menurun menjelang menstruasi berikutnya. Penurunan hormon inilah yang sering memicu gejala Premenstrual Syndrome (PMS), seperti mudah lapar, mudah marah, lebih sensitif, sulit berkonsentrasi, hingga overthinking. Ekspresi Haaland yang terlihat sangat lapar dan kebingungan pun dipilih untuk menggambarkan fase ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/hiyahealthcare