Minggu, 26 APRIL 2026 • 13:15 WIB

Awas! Gejala Leukemia Mieloid Akut Mirip Flu, Tapi Bisa Berakibat Fatal

Author

Ilustrasi masalah kesehatan seperti leukimia atau kanker darah. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Leukemia mieloid akut (Acute Myelogenous Leukemia/AML) merupakan salah satu jenis kanker darah dan sumsum tulang yang bersifat agresif. 

Penyakit ini berkembang dengan cepat, dan memengaruhi sel-sel darah yang seharusnya berfungsi menjaga kesehatan tubuh.

Sedangkan sumsum tulang merupakan jaringan lunak di dalam tulang, yang berperan penting dalam memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Apa Itu Leukemia Mieloid Akut?

Dikutip dari Mayo Clinic, istilah ‘akut’ pada AML menunjukkan, penyakit ini berkembang dengan cepat dan dapat memburuk dalam waktu singkat. 

Sementara itu, ‘mieloid’ merujuk pada jenis sel yang terdampak, yaitu sel mieloid yang menjadi cikal bakal sel darah dewasa.

Baca juga: 7 Penyebab Gusi Berdarah, Salah Satunya Kanker Darah

AML merupakan jenis leukemia akut yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Meski dapat menyerang segala usia, kasus ini lebih jarang ditemukan pada orang di bawah usia 45 tahun.

Berbeda dengan kanker lain, AML tidak memiliki sistem stadium (tahapan) yang diberi nomor.

Gejala Leukemia Mieloid Akut

Ilustrasi demam yang menjadi salah satu gejala leukemia mieloid akut mirip flu. (Pexels)

Gejala AML sering kali mirip dengan penyakit umum seperti infeksi atau flu, sehingga kerap tidak disadari sejak awal. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai yaitu:

  • Demam
  • Nyeri pada tulang, punggung, atau perut
  • Kelelahan ekstrem
  • Kulit pucat atau perubahan warna kulit
  • Infeksi yang sering kambuh
  • Mudah memar
  • Perdarahan tanpa sebab jelas (misalnya mimisan atau gusi berdarah)
  • Sesak napas

Jika gejala berlangsung terus-menerus, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Penyebab AML

Penyebab pasti AML belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli memahami, penyakit ini berawal dari perubahan (mutasi) pada DNA sel di sumsum tulang.

Perubahan itulah yang menyebabkan sel mieloid memproduksi sel darah putih yang belum matang (mieloblas), dalam jumlah berlebihan. 

Sel-sel abnormal ini, tidak berfungsi dengan baik dan dapat menumpuk. Sehingga, mengganggu produksi sel darah sehat.

Akibatnya, tubuh bisa mengalami:

  • Kekurangan oksigen (karena rendahnya sel darah merah)
  • Mudah berdarah dan memar (karena trombosit rendah)
  • Rentan infeksi (karena sel darah putih tidak normal)

Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko AML antara lain:

  • Usia lanjut (terutama di atas 65 tahun)
  • Riwayat kemoterapi atau radioterapi
  • Paparan radiasi tinggi
  • Paparan bahan kimia berbahaya seperti benzena
  • Kebiasaan merokok
  • Riwayat gangguan darah lain
  • Kelainan genetik seperti sindrom Down
  • Riwayat keluarga dengan penyakit darah atau sumsum tulang

Namun, banyak penderita AML tidak memiliki faktor risiko yang jelas.

Baca juga: 8 Manfaat Air Rebusan Daun Salam untuk Kesehatan, Jaga Gula Darah hingga Cegah Kanker

Diagnosis AML

Diagnosis AML dimulai dengan pemeriksaan fisik dan riwayat medis. Dokter akan mencari tanda seperti memar, infeksi, atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Beberapa pemeriksaan lanjutan meliputi:

1. Tes Darah

Digunakan untuk menghitung jumlah sel darah. Hasilnya bisa menunjukkan jumlah sel darah putih yang abnormal, serta rendahnya sel darah merah dan trombosit.

2. Aspirasi dan Biopsi Sumsum Tulang

Prosedur ini mengambil sampel sumsum tulang untuk dianalisis di laboratorium, termasuk pemeriksaan perubahan DNA.

3. Pungsi Lumbal

Dilakukan jika dicurigai penyebaran ke otak atau sumsum tulang belakang.

4. Tes Pencitraan

Seperti CT scan atau MRI untuk melihat kemungkinan penyebaran penyakit. Selain itu, dokter juga akan menentukan subtipe AML (sekitar 15 jenis) untuk menentukan terapi yang paling tepat.

Pengobatan Leukemia Mieloid Akut

Pengobatan AML umumnya terdiri dari dua tahap utama:

  • Terapi Induksi Remisi: Bertujuan menghancurkan sel leukemia dalam darah dan sumsum tulang.
  • Terapi Konsolidasi: Dilakukan untuk membunuh sisa sel kanker dan mencegah kekambuhan.

Metode pengobatan yang digunakan antara lain:

  • Kemoterapi: Menggunakan obat kuat untuk membunuh sel kanker. Ini adalah terapi utama AML.
  • Terapi Target: Menyerang bagian spesifik dari sel kanker tanpa merusak sel sehat secara luas.
  • Transplantasi Sumsum Tulang: Menggantikan sumsum tulang yang rusak dengan sel sehat dari donor.
  • Uji Klinis: Beberapa pasien memilih mengikuti penelitian untuk mendapatkan terapi terbaru.

Pengobatan Pendukung dan Alternatif

Tidak ada terapi alternatif yang dapat menyembuhkan AML. Namun, pendekatan integratif dapat membantu mengurangi stres dan efek samping, seperti:

  • Akupunktur
  • Olahraga ringan
  • Pijat
  • Meditasi
  • Yoga
  • Terapi seni atau musik

Cara Menghadapi Diagnosis AML

Menghadapi diagnosis kanker bukan hal mudah. Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:

  • Memahami informasi penyakit secara akurat
  • Mengandalkan dukungan keluarga dan teman
  • Menjaga kesehatan fisik dan mental
  • Tetap aktif sesuai kondisi tubuh

Meski penyebab AML belum sepenuhnya dipahami, deteksi dini dan pengobatan yang tepat, dapat meningkatkan peluang keberhasilan terapi. 

Mengenali gejala sejak awal dan segera berkonsultasi ke dokter, menjadi langkah penting dalam menghadapi penyakit ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayo Clinic

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU