INDOZONE.ID - Siapa sih yang nggak suka makanan manis? Mulai dari kopi kekinian, boba, dessert viral, sampai camilan malam sambil scroll HP — gula sudah jadi bagian dari gaya hidup banyak orang, terutama anak muda.
Tapi di balik rasa “happy” sesaat itu, ada satu fakta yang mulai sering dibicarakan para ahli kesehatan: terlalu banyak gula bisa bikin tubuh dan kulit lebih cepat menua, bahkan tanpa kita sadari.
Bukan cuma soal berat badan, tapi efeknya bisa sampai ke hal yang lebih “halus” — kulit kusam, jerawat, hingga tanda-tanda penuaan dini.
Baca juga: 6 Cara Dapatkan Glass Hair dengan Mudah ala Salon!
Bukan Sekadar Kalori: Gula Punya Efek “Sunyi” di Dalam Tubuh
Menurut berbagai penjelasan medis, gula tidak hanya memberi energi cepat, tapi juga memicu reaksi dalam tubuh yang bisa merusak jaringan protein secara perlahan.
Sederhananya, saat gula berlebihan masuk ke tubuh, ia bisa “menempel” pada protein seperti kolagen. Nah, kolagen inilah yang bikin kulit tetap kencang dan elastis.
Kalau kolagen rusak, hasilnya bisa langsung kelihatan: kulit jadi lebih cepat kendur, kusam, dan kehilangan elastisitas.
Baca juga: Tips Pilih Softlens yang Nyaman Seharian, Bikin Look Makin On Point
Fenomena “Fast Aging” di Kalangan Anak Muda
Yang menarik, tren ini sekarang mulai sering dibahas di dunia lifestyle: banyak orang usia 20–30-an sudah mulai mengalami tanda penuaan dini.
Bukan karena usia, tapi karena gaya hidup modern seperti minuman manis hampir tiap hari, pencuci mulut setelah makan “wajib”, kopi susu gula aren jadi rutinitas, serta kurang tidur + stres + junk food.
Tanpa sadar, kombinasi ini mempercepat apa yang sering disebut sebagai “fast aging lifestyle”.
Dan yang bikin kaget, efeknya tidak cuma di luar — tapi juga di dalam tubuh, termasuk proses regenerasi sel yang ikut melambat.
Baca juga: Benarkah Tea Tree Oil Ampuh untuk Mengatasi Jerawat? Temukan Jawabannya Disini!
Kenapa Kulit Jadi Korban Paling Cepat Terlihat?
Kulit itu seperti “layar utama” kondisi tubuh. Jadi ketika ada masalah internal, biasanya paling cepat kelihatan di wajah.
Konsumsi gula berlebihan bisa memicu beberapa perubahan, terutama pada wajah kita, seperti jerawat lebih mudah muncul, kulit terlihat lebih kusam, garis halus dan keriput lebih cepat muncul, area dagu dan leher mulai kehilangan kekencangan, dan luka atau bekas jerawat lebih lama sembuh.
Makanya banyak orang yang merasa “kok wajah tiba-tiba lebih tua padahal masih muda?” Jawabannya seringkali ada di pola makan, bukan cuma skincare.
Baca juga: Belum Usia 30 Tahun, Tapi Sudah Beruban? Ini Fakta Mengejutkan dan Cara Bikin Rambut Tetap Keren
Gula dan Proses Penuaan Sel yang Jarang Disadari
Di level yang lebih dalam, tubuh manusia punya “pelindung DNA” bernama telomer. Fungsinya seperti ujung pelindung agar sel tidak cepat rusak.
Masalahnya, konsumsi gula berlebih diduga bisa mempercepat pemendekan telomer ini. Efeknya? Proses regenerasi sel jadi lebih cepat melemah, yang akhirnya berkaitan dengan penuaan tubuh secara keseluruhan.
Memang penelitian masih terus berkembang, tapi satu hal sudah jelas: semakin tinggi konsumsi gula, semakin besar risiko tubuh mengalami stres biologis.
Baca juga: Sudah Pakai Segala Produk Anti Ketombe, Tapi Tetap Muncul? Ini Cara Ampuh Mengatasinya
Tren Konsumsi Gula: Gaya Hidup yang Lagi “Naik Daun” Tapi Berisiko
Ironisnya, saat kesadaran kesehatan meningkat, konsumsi gula justru ikut naik — terutama dari minuman kekinian.
Fakta yang sering tidak disadari adalah sebagian besar gula harian justru datang dari minuman, bukan makanan.
Selain itu, “healthy drink” belum tentu rendah gula dan banyak makanan olahan mengandung gula tersembunyi.
Gula juga punya banyak nama di label makanan, jadi seringkali kita merasa “tidak makan gula”, padahal sebenarnya iya.
Baca juga: Waspada! Kandungan Logam Beracun Ditemukan di Lipstik dan Lip Gloss
Bisa Nggak Masih Tetap Makan Manis Tapi Lebih Aman?
Tenang, ini bukan soal menghapus gula 100%. Tapi soal mengatur ulang kebiasaan.
Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:
- ganti minuman manis dengan air putih, teh, atau kopi tanpa gula
- kurangi dessert harian jadi sesekali saja, bukan rutinitas
pilih camilan alami seperti buah, yogurt, atau kacang - mulai lebih jeli baca label makanan kemasan
Perubahan kecil ini sering kali lebih efektif daripada diet ekstrem yang susah dipertahankan.
Baca juga: Perbedaan Exfoliating dan Peeling, Mana yang Lebih Aman Buat Kulitmu?
Manisnya Hidup Nggak Harus Datang dari Gula
Gula bukan musuh utama, tapi kalau berlebihan, efeknya bisa pelan-pelan mengubah tubuh tanpa kita sadari — terutama pada kulit dan proses penuaan.
Di tengah tren lifestyle serba cepat dan serba manis seperti sekarang, kesadaran kecil soal konsumsi gula bisa jadi “game changer” untuk kesehatan jangka panjang.
Dan tampil awet muda bukan cuma soal skincare mahal, tapi juga soal apa yang kita konsumsi setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unitypoint.org