Minggu, 03 MEI 2026 • 13:15 WIB

Tiba-tiba Lumpuh? Kenali Sindrom Guillain-Barre yang Sering Tidak Disadari

Author

Ilustrasi seseorang yang mengalami sistem kekebalan tubuh justru menyerang saraf akibat sindrom Guillain-Barre. (Freepik)

INDOZONE.ID - Guillain-Barre Syndrome (GBS) atau sindrom Guillain-Barre memang penyakit yang masih jarang diketahui masyarakat. 

Kondisi itu merupakan penyakit langka ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang saraf

Gangguan ini dapat menyebabkan kelemahan otot, mati rasa, hingga kelumpuhan yang berkembang dengan cepat. Selain itu, kondisi ini berpotensi mengancam nyawa, jika tidak segera ditangani.

Dalam kasus berat, sindrom ini menjadi kondisi darurat medis yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Meski demikian, sebagian besar pasien memiliki peluang untuk pulih, terutama jika penanganan dilakukan sejak awal.

Baca juga: Benarkah Stres Berpengaruh pada Sistem Imun? Ini Faktanya

Apa Itu Sindrom Guillain-Barre?

Dikutip dari Mayo Clinic, sindrom Guillain-Barre adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf perifer. Pada kondisi ini, sistem imun yang seharusnya melawan infeksi justru merusak saraf.

Sehingga, kondisi tersebut mengganggu kemampuan tubuh mengirimkan sinyal ke otot. Akibatnya, penderita bisa mengalami:

  • Kelemahan otot
  • Kesemutan
  • Mati rasa
  • Hingga kelumpuhan

Meski tergolong jarang, sekitar dua pertiga kasus GBS muncul setelah seseorang mengalami infeksi. Seperti, infeksi saluran pernapasan atau pencernaan, termasuk COVID-19.

Ilustrasi seseorang mengalami kelemahan otot akibat sindrom Guillain-Barre. (Freepik)

Gejala Sindrom Guillain-Barre

Gejala biasanya dimulai dari bagian bawah tubuh, seperti kaki, lalu menyebar ke atas. Dalam waktu singkat, kondisi ini dapat berkembang menjadi kelumpuhan.

Beberapa gejala yang umum meliputi:

  • Sensasi kesemutan di jari tangan atau kaki
  • Kelemahan pada kaki yang menjalar ke tubuh bagian atas
  • Kesulitan berjalan atau menaiki tangga
  • Gangguan berbicara, mengunyah, atau menelan
  • Penglihatan ganda atau sulit menggerakkan mata
  • Nyeri hebat, terutama pada malam hari
  • Gangguan buang air kecil atau besar
  • Detak jantung cepat
  • Tekanan darah tidak stabil
  • Kesulitan bernapas

Kelemahan otot biasa mencapai puncaknya dalam dua minggu sejak gejala pertama muncul.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami:

  • Kesemutan yang menyebar dari kaki ke tubuh
  • Kelemahan yang berkembang cepat
  • Sesak napas atau sulit bernapas saat berbaring
  • Tersedak air liur

Penanganan cepat sangat penting, karena kondisi ini bisa memburuk dalam waktu singkat.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti sindrom Guillain-Barre belum diketahui. Namun, kondisi ini sering dipicu oleh infeksi yang terjadi beberapa minggu sebelumnya. 

Beberapa pemicu yang diketahui antara lain:

  • Infeksi bakteri Campylobacter (sering dari makanan kurang matang)
  • Virus influenza
  • Virus Epstein-Barr
  • Virus Zika
  • Hepatitis A, B, C, dan E
  • HIV
  • COVID-19
  • Operasi atau trauma
  • Vaksinasi (kasus sangat jarang)

Faktor risiko meningkat pada usia lanjut dan sedikit lebih sering terjadi pada pria.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Karena menyerang saraf, GBS dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti:

  • Gangguan pernapasan (memerlukan alat bantu napas)
  • Mati rasa berkepanjangan
  • Gangguan jantung dan tekanan darah
  • Nyeri saraf kronis
  • Gangguan kandung kemih dan usus
  • Pembekuan darah akibat imobilitas
  • Luka tekan (bed sores)
  • Kekambuhan (relaps)

Dalam kasus langka, kondisi ini bisa berakibat fatal.

Baca juga: Kenapa Penyakit Autoimun Lebih Banyak Terjadi pada Wanita? Ini Alasannya yang Jarang Dibahas

Cara Diagnosis

Diagnosis GBS cukup menantang karena gejalanya mirip dengan penyakit lain. Dokter biasanya melakukan:

  • Pemeriksaan fisik dan riwayat medis
  • Tes darah
  • Pungsi lumbal (spinal tap) untuk analisis cairan tulang belakang
  • Elektromiografi (EMG) untuk mengukur aktivitas saraf
  • Studi konduksi saraf

Pengobatan Sindrom Guillain-Barre

Belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan GBS, tapi beberapa terapi dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi gejala. Dua metode utama adalah:

1. Plasma Exchange (Plasmapheresis)

Prosedur ini menyaring plasma darah untuk menghilangkan antibodi yang merusak saraf.

2. Terapi Imunoglobulin (IVIG)

Pemberian antibodi sehat melalui infus untuk menghambat serangan sistem imun. Selain itu, pasien juga biasanya mendapatkan:

  • Obat pereda nyeri
  • Obat pencegah pembekuan darah
  • Fisioterapi untuk memulihkan fungsi otot

Proses Pemulihan

Pemulihan GBS membutuhkan waktu yang tidak singkat, bahkan bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Namun, sebagian besar pasien menunjukkan perkembangan yang baik.

Tahapan umum pemulihan:

  • Gejala memburuk dalam 2 minggu pertama
  • Stabil dalam 4 minggu
  • Mulai pulih dalam 6–12 bulan

Data menunjukkan:

  • Sekitar 80 persen pasien bisa berjalan kembali dalam 6 bulan
  • 60 persen pulih sepenuhnya dalam 1 tahun
  • 5–10 persen mengalami pemulihan lambat

Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang pemulihan. Dengan terapi yang tepat, sebagian besar pasien dapat kembali menjalani aktivitas normal.

Jika mengalami gejala mencurigakan, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke tenaga medis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayo Clinic

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU