Ilustrasi penyakit autoimun. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah dengar tentang penyakit autoimun? Itu loh, kondisi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi malah menyerang dirinya sendiri. Alih-alih melawan virus atau bakteri, sistem imun justru menganggap jaringan tubuhnya sendiri sebagai musuh. Akibatnya, tubuh mengalami peradangan dan kerusakan pada berbagai organ.
Fakta menariknya, sekitar 80% penderita autoimun adalah wanita. Bukan hanya disebabkan oleh faktor biologis, tetapi juga dipengaruhi oleh emosi, stres, dan budaya sosial yang melekat pada peran perempuan di masyarakat.
Sederhananya, sistem imun itu ibarat penjaga gerbang tubuh. Namun, pada penderita autoimun, penjaga ini justru keliru target dan menyerang rumahnya sendiri.
Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai penyakit, tergantung bagian tubuh yang diserang, mulai dari kulit (seperti lupus), sendi (seperti rheumatoid arthritis), kelenjar tiroid (seperti Hashimoto), hingga organ dalam seperti ginjal dan paru-paru.
Menurut para ahli, autoimun tidak hanya dipicu oleh faktor genetik, tetapi juga oleh stres kronis, pola hidup tidak seimbang, dan kondisi emosional yang tertekan.
Baca juga: Para Orang Tua Perlu Tahu! Inilah Jenis Penyakit Autoimun yang Bisa Menyerang Anak
Beberapa penelitian psikologi kesehatan menyebutkan, penderita autoimun sering kali memiliki kepribadian tertentu yang membuat mereka lebih rentan terhadap stres jangka panjang.
Empat karakter umum yang sering ditemui pada penderita autoimun, khususnya wanita, di antaranya:
Bayangkan saja, hidup dengan tekanan seperti itu bisa membuat tubuh terus berada dalam mode “waspada”. Kondisi ini memicu produksi hormon stres berlebihan, yang lama-kelamaan melemahkan sistem imun.
Wanita terkena autoimun (freepik.com) (Freepik/jcomp)
Mengapa wanita lebih sering terkena autoimun dibanding pria? Selain faktor biologis seperti hormon estrogen yang memengaruhi sistem imun, budaya sosial juga punya peran besar.
Di banyak masyarakat, perempuan dituntut untuk selalu peduli, lembut, dan menomorsatukan keluarga. Sejak kecil, mereka sering diajarkan untuk “mengalah”, “sabar”, dan “tidak menolak permintaan orang lain”.
Tanpa disadari, kebiasaan menekan emosi dan terus menanggung beban emosional ini bisa menjadi pemicu stres kronis. Dari sinilah, perlahan sistem imun mulai melemah dan menjadi tidak seimbang.
Baca juga: 7 Tips Puasa Aman untuk Penderita Autoimun, Nomor 4 Perlu Diwaspadai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Scientificamerican, Halodoc