Minggu, 17 MEI 2026 • 09:15 WIB

Gak Cuma Pegal, Duduk Terlalu Lama Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Author

Ilustrasi seseorang terlalu lama duduk saat kerja. (Freepik)

INDOZONE.ID - Gaya hidup modern zaman sekarang, membuat banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan meja kerja

Meski terlihat sepele, kebiasaan duduk lama ternyata dapat berdampak besar terhadap kesehatan tubuh maupun mental.

Mulai dari metabolisme yang melambat, kenaikan berat badan, nyeri punggung, hingga kekakuan sendi. Bahkan, efek duduk seharian tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman sementara.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup, dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Duduk Terlalu Lama?

Dikutip dari Medical Daily, kletika tubuh berada dalam posisi duduk dalam waktu lama, berbagai proses di dalam tubuh mulai melambat.

Baca juga: Awas! Duduk Lama Bisa Bikin Paru-paru Mengecil

Salah satu perubahan paling jelas adalah, metabolisme tubuh yang menurun. Kondisi ini membuat tubuh membakar kalori lebih sedikit, sehingga kelebihan energi lebih mudah disimpan menjadi lemak.

Di saat yang sama, otot-otot yang jarang digunakan, perlahan mulai melemah, terutama otot inti tubuh, punggung, dan bagian bawah tubuh.

Sirkulasi darah juga menjadi kurang optimal, yang dapat memicu rasa lelah dan tidak nyaman selama beraktivitas.

Duduk Terlalu Lama Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan

Ilustrasi posisi duduk bungkuk dan tidak saat bekerja. (Freepik)

Kurangnya aktivitas fisik memiliki hubungan erat dengan kenaikan berat badan. Duduk terlalu lama, menjadi salah satu penyebab utamanya.

Saat tubuh minim bergerak, pembakaran kalori menurun. Metabolisme yang melambat juga bikin tubuh lebih sulit mengolah lemak dan gula.

Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan antara kalori yang masuk dan energi yang dikeluarkan. Sehingga, berat badan perlahan meningkat.

Bahkan, orang yang rutin berolahraga tetap bisa mengalami dampak buruk, jika sebagian besar waktunya dihabiskan untuk duduk.

Hal ini menunjukkan, aktivitas fisik saja belum tentu cukup untuk mengimbangi efek buruk terlalu lama tidak bergerak.

Mengapa Duduk Lama Menyebabkan Sendi Kaku dan Nyeri?

Kesehatan sendi sangat bergantung pada gerakan tubuh yang rutin. Saat seseorang duduk terlalu lama, sendi berada pada posisi yang sama dalam waktu panjang. 

Sehingga, aliran cairan sinovial, cairan pelumas alami sendi, menjadi berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan kekakuan sendi, terutama pada lutut, pinggul, dan punggung bawah.

Tidak sedikit, orang juga mengalami nyeri punggung dan pinggul akibat posisi duduk yang terlalu lama. Terlebih, jika postur tubuh tidak ditopang dengan baik.

Jika dibiarkan terus-menerus, rasa nyeri tersebut bisa berkembang menjadi masalah kronis yang membatasi pergerakan tubuh.

Baca juga: Sering Duduk Lama di Toilet Saat BAB? Hati-Hati Dampaknya

Duduk Terlalu Lama Membuat Otot Lemah dan Postur Memburuk

Aktivitas otot sangat penting untuk menjaga kekuatan dan keseimbangan tubuh.

Namun, duduk sepanjang hari membuat beberapa kelompok otot menjadi kurang aktif, terutama otot bokong, otot inti, dan punggung. Akibatnya, otot menjadi lemah dan postur tubuh memburuk.

Kebiasaan membungkuk atau condong ke depan saat duduk, memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang, dan memicu nyeri punggung maupun pinggul.

Ketidakseimbangan ini juga dapat memengaruhi cara seseorang berdiri dan berjalan, sehingga meningkatkan risiko cedera di kemudian hari.

Dampak Duduk Lama terhadap Kesehatan Mental

Efek duduk terlalu lama ternyata tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga kesehatan mental.

Kurangnya aktivitas fisik, diketahui berkaitan dengan suasana hati yang buruk atau low mood. Aktivitas gerak membantu tubuh mengatur zat kimia otak, yang berperan dalam menjaga suasana hati.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kurang bergerak juga dapat meningkatkan risiko kecemasan dan depresi.

Selain itu, minimnya aktivitas dan kondisi lingkungan yang itu-itu saja, dapat mengurangi stimulasi mental. Sementara rasa nyeri fisik, dapat menambah stres emosional.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Tanda-tanda Terlalu Banyak Duduk

Beberapa tanda berikut dapat menjadi sinyal bahwa tubuh terlalu lama berada dalam posisi duduk:

  • Sendi terasa kaku setelah lama tidak bergerak
  • Nyeri punggung atau pinggul setelah bekerja
  • Otot terasa lemah dan tubuh kurang fleksibel
  • Energi tubuh mudah menurun sepanjang hari
  • Mudah merasa cemas, murung, atau kehilangan motivasi

Mengenali tanda-tanda ini sejak dini, penting untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.

Cara Kurangi Dampak Duduk Terlalu Lama

Mengurangi efek buruk duduk terlalu lama, tidak harus dilakukan dengan perubahan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin sudah bisa membantu.

Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan antara lain:

  • Berdiri atau berjalan singkat setiap 30–60 menit
  • Melakukan peregangan ringan untuk mengurangi kekakuan sendi
  • Mengatur posisi meja dan kursi kerja, agar mendukung postur tubuh yang baik
  • Menambahkan aktivitas fisik rutin sebelum atau setelah bekerja
  • Bergantian antara posisi duduk dan berdiri saat bekerja

Langkah-langkah ini dapat membantu memperlancar sirkulasi darah, menjaga aktivitas otot, dan mengurangi rasa tidak nyaman.

Berapa Lama Duduk yang Dianggap Berlebihan?

Banyak orang bertanya-tanya, berapa lama duduk yang dianggap terlalu banyak?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), duduk lebih dari enam hingga delapan jam per hari, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Meski belum ada batas pasti yang berlaku untuk semua orang, para ahli menyarankan agar aktivitas duduk panjang selalu diselingi dengan gerakan tubuh secara berkala.

Apa Olahraga Bisa Hapus Dampak Duduk Lama?

Olahraga memang bermanfaat, tapi belum tentu sepenuhnya menghilangkan dampak buruk duduk terlalu lama.

Seseorang yang rutin berolahraga, tetap bisa mengalami masalah kesehatan jika sebagian besar waktunya tetap dihabiskan dalam kondisi pasif.

Karena itu, penting untuk tetap aktif bergerak sepanjang hari, bukan hanya mengandalkan sesi olahraga tertentu.

Cara Tetap Aktif Meski Bekerja di Meja

Bagi pekerja kantoran atau mereka yang banyak bekerja di depan komputer, beberapa cara sederhana berikut, bisa membantu tubuh tetap aktif:

  • Melakukan peregangan ringan di meja kerja
  • Mengangkat kaki atau memutar bahu secara berkala
  • Berdiri saat menerima telepon
  • Menggunakan tangga daripada lift
  • Bergantian antara duduk dan berdiri saat bekerja

Kebiasaan kecil ini dapat membantu memperbaiki postur, mengurangi nyeri punggung, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Duduk Terlalu Lama Tidak Boleh Diabaikan

Duduk terlalu lama bukan sekadar kebiasaan biasa. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu metabolisme melambat, kenaikan berat badan, sendi kaku, otot melemah, hingga nyeri punggung dan pinggul.

Tak hanya itu, kesehatan mental juga dapat terdampak melalui meningkatnya risiko stres, kecemasan, dan depresi.

Karena itu, penting untuk mulai membiasakan tubuh bergerak secara rutin di sela aktivitas sehari-hari. Gerakan sederhana dan konsistenm, dapat membantu menjaga kesehatan fisik maupun mental di tengah gaya hidup modern yang semakin pasif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU