INDOZONE.ID - Kuku yang mendadak berubah warna jadi kuning sering kali dianggap cuma masalah penampilan. Banyak orang mengira penyebabnya hanya karena terlalu sering pakai kutek atau kurang merawat kuku.
Padahal, kondisi ini bisa jadi sinyal adanya masalah kesehatan yang nggak boleh disepelekan.
Mulai dari infeksi jamur, bakteri, hingga efek samping kebiasaan tertentu, kuku kuning bisa muncul tanpa disadari dan makin parah jika dibiarkan terlalu lama.
Baca juga: Cara Alami Mengatasi Kuku yang Tiba-Tiba Menguning dengan Oregano Oil
Bukan Sekadar Bekas Kutek, Ini Penyebab Kuku Jadi Kuning
Salah satu penyebab paling umum kuku berubah jadi kuning adalah infeksi jamur. Kondisi ini biasanya membuat kuku terlihat kusam, menebal, rapuh, bahkan terkadang mengeluarkan bau tidak sedap.
Selain jamur, perubahan warna pada kuku juga bisa dipicu oleh penggunaan cat kuku terlalu sering tanpa memberi jeda pada kuku untuk “bernapas”. Kebiasaan merokok juga bisa meninggalkan noda kuning pada kuku.
Dalam beberapa kasus, kuku kuning bahkan dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Vaksin Wajib Anak di Indonesia, Simak Daftar Lengkapnya
Kalau Sudah Karena Jamur, Dokter Biasanya Beri Obat Ini
Jika perawatan rumahan tidak menunjukkan hasil dan penyebabnya adalah infeksi jamur atau bakteri, dokter biasanya akan memberikan resep obat antijamur oral, seperti terbinafine (Lamisil) atau itraconazole (Sporanox).
Obat ini bekerja melawan jamur dari dalam tubuh dan cukup sering diresepkan untuk kasus kuku kuning akibat infeksi.
Namun, penggunaan obat tersebut tetap harus dalam pengawasan dokter. Alasannya, kedua obat ini pernah mendapat perhatian dari FDA karena berpotensi menimbulkan gangguan hati jika digunakan dalam jangka panjang.
Efek samping lain yang juga bisa muncul antara lain diare, sakit perut, hingga gangguan pencernaan ringan.
Baca juga: Warna Kuku Menguning? Jangan Panik! Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ada Alternatif Selain Obat Minum
Bagi yang tidak ingin mengonsumsi obat oral, ada opsi lain berupa ciclopirox (Penlac Nail Lacquer).
Penggunaannya cukup praktis karena dioleskan langsung ke kuku seperti memakai kutek. Meski terdengar simpel, hasilnya tetap membutuhkan waktu dan harus digunakan secara rutin sesuai anjuran dokter.
Jangan Harap Hilang Dalam Semalam
Banyak orang berhenti di tengah jalan karena merasa kukunya tidak kunjung membaik. Padahal, proses penyembuhan kuku jamuran memang cenderung lama.
Butuh waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sampai kuku sehat tumbuh dan menggantikan bagian kuku yang sudah menguning.
Baca juga: Tips Mudah Atasi Bintitan di Kelopak Mata agar Cepat Kempis, Jangan Asal Pegang
Sayangnya lagi, obat antijamur oral maupun topikal belum tentu berhasil 100%. Risiko infeksi datang kembali juga tetap ada jika kebersihan kuku tidak dijaga.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Kalau kuku kuning disertai nyeri, kuku semakin rapuh, menebal, atau muncul bau tak sedap, sebaiknya jangan tunda untuk memeriksakan diri.
Kadang masalah kecil yang terlihat sepele justru bisa jadi tanda tubuh sedang memberi peringatan. Jadi, kalau kuku mulai berubah warna, jangan cuma ditutup memakai kutek lagi. Cari tahu penyebabnya sebelum terlambat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline