INDOZONE.ID - Kamu bayar mahal buat makan sushi, tapi sudah yakin itu pilihan sehat atau bukan? Banyak orang anggap sushi itu otomatis sehat — tapi faktanya, ada beberapa hal yang bikin ahli gizi angkat alis.
Yuk kita bedah satu per satu, biar kamu makan sushi dengan lebih "cerdas."
Asal-Usulnya Ngeri Juga, Lho
Tahu nggak, sushi zaman dulu sama sekali bukan soal kelezatan. Di Jepang abad ke-7, sushi lahir sebagai cara orang-orang mengawetkan ikan — mirip seperti cara membuat acar, tapi versi ekstrim. Ikan ditumpuk bareng nasi dan garam, terus dibiarkan fermentasi berminggu-minggu sampai bisa dimakan.
Baru sekitar abad ke-17 cuka mulai ikut masuk ke dalam nasi, proses fermentasinya pun jadi jauh lebih singkat. Dan pas abad ke-19 datang? Fermentasi ditinggal, ikan segar langsung dipakai, dan jadilah sushi modern yang kita doyan sampai sekarang.
Baca juga: Diare Enggak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Ada Tinja yang Menumpuk di Usus Besar
Panjang juga perjalanannya, ya!
Ikan di Dalamnya? Beneran Istimewa
Bagian paling "worth it" dari sushi ya jelas ikannya. Bukan cuma soal rasa umami yang bikin nagih — secara kandungan, ikan itu paket nutrisi yang susah ditandingi makanan lain.
Protein tinggi, yodium, berbagai vitamin, plus mineral penting ada semua disana. Yang paling menarik? Ikan adalah salah satu dari sangat sedikit sumber makanan alami yang punya Vitamin D. Vitamin yang satu ini susah didapat dari makanan biasa, tapi krusial buat tulang dan imun tubuh.
Belum lagi kandungan omega-3-nya. Lemak sehat ini dibutuhkan otak dan jantung supaya bisa kerja maksimal. Riset menunjukkan omega-3 punya peran nyata dalam menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Bahkan konsumsi ikan secara rutin juga dikaitkan sama turunnya risiko depresi, penyakit autoimun, dan penurunan daya ingat di usia tua.
Baca juga: PGI Dorong Skrining Kanker Kolorektal Nasional untuk Tekan Angka Kematian di Indonesia
Jadi, sekali suap sushi = investasi kesehatan jangka panjang. Lumayan, kan?
Tapi Jangan Keburu Lega Dulu
Di balik semua kebaikannya, sushi punya dua "PR" yang harus kamu waspadai!
Yang pertama: kecap asin. Hampir semua orang makan sushi sambil mencelupkan ke kecap. Masalahnya, kecap asin itu kandungan natriumnya tinggi banget. Kalau kamu punya tekanan darah tinggi atau ada masalah dengan ginjal, kebiasaan "celup terlalu banyak" ini bisa jadi bumerang tanpa kamu sadari.
Solusinya gampang, sih… pilih kecap asin versi rendah sodium, atau kurangi porsi celupnya. Nikmati rasa asli sushi-nya, bukan rasa garamnya.
Yang kedua: risiko dari ikan mentah. Ikan segar yang tidak ditangani dengan benar berisiko mengandung bakteri atau parasit. Inilah kenapa restoran sushi yang higienis dan bahan baku yang berkualitas itu bukan hal sepele — itu keharusan.
Baca juga: Waspada! Ada 8 Bahan Pengawet dalam Makanan Olahan Diduga Berbahaya untuk Jantung
Khusus buat ibu hamil, orang dengan imun lemah, atau kamu yang lagi dalam masa pemulihan sakit: mending pilih menu sushi dengan ikan matang dulu. Bukan berarti nggak boleh makan sushi, tapi pilih yang lebih aman dulu.
Jadi, Worth It Nggak?
Sushi itu makanan yang genuinely bergizi — bukan sekadar “kelihatan” sehat. Kandungan proteinnya solid, omega-3-nya nyata, vitaminnya ada.
Kuncinya cuma satu: bijak dalam cara makannya. Jangan kebablasan sama kecap, pilih restoran yang terpercaya, dan kenali kondisi tubuhmu sendiri.
Selebihnya? Gas aja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline