Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 MEI 2026 • 16:20 WIB

PGI Dorong Skrining Kanker Kolorektal Nasional untuk Tekan Angka Kematian di Indonesia

PGI Dorong Skrining Kanker Kolorektal Nasional untuk Tekan Angka Kematian di IndonesiaIlustrasi skrining kanker kolekteral. (Ist)

INDOZONE.ID - Kanker kolorektal atau kanker usus besar masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kanker di dunia. Secara global, penyakit ini mencatat lebih dari 1,9 juta kasus baru setiap tahun dan menempati posisi ketiga sebagai kanker paling banyak ditemukan.

Di Indonesia, kanker kolorektal berada di peringkat keempat untuk kasus baru dan menjadi penyebab kematian akibat kanker terbesar kelima. Lebih dari 19 ribu kematian terjadi setiap tahun, yang sebagian besar berkaitan dengan keterlambatan diagnosis.

Gejala yang umum muncul meliputi perubahan pola buang air besar yang berlangsung lama, munculnya darah pada tinja, kram perut, penurunan berat badan yang signifikan, hingga anemia.

Untuk mendorong deteksi dini dan meningkatkan penanganan penyakit ini, Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) menggelar The 3rd Gastrointestinal Oncology Summit 2026 di Jakarta.

Forum tersebut mengangkat tema "Colorectal Cancer Screening and Management: Bridging Gaps for Early Detection and Better Outcomes".

Ketua PB PGI, Ari Fahrial Syam, menegaskan komitmen organisasinya untuk mendorong lahirnya kebijakan skrining kanker kolorektal yang lebih luas dan berkelanjutan.

“PGI berkomitmen untuk tidak hanya menjadi wadah ilmiah, tetapi juga menjadi lokomotif perubahan kebijakan. Kami akan terus berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan mitra internasional untuk mewujudkan program skrining kanker kolorektal yang berkeadilan, berkelanjutan, dan menyelamatkan nyawa rakyat Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Influencer Vietnam An Thy Kena Kanker Darah, Ngaku Sering Minum Milk Tea selama 3 Tahun

Forum tersebut menghadirkan sejumlah pakar internasional, di antaranya Takahisa Matsuda dari Jepang dan Han-Mo Chiu dari Taiwan, untuk membahas strategi skrining berbasis bukti ilmiah.

Matsuda menjelaskan Jepang telah menerapkan skrining tahunan menggunakan metode Fecal Immunochemical Test (FIT) sejak usia 40 tahun.

Menurutnya, FIT merupakan metode yang realistis karena relatif murah, tidak invasif, mudah diterapkan secara luas, dan terbukti mampu menurunkan angka kematian akibat kanker kolorektal.

"FIT memiliki keunggulan biaya rendah, non-invasif, skalabel, dan terbukti menurunkan mortalitas. Namun, tantangan terbesar di Jepang bukan pada tes FIT-nya, melainkan pada kolonoskopi diagnostik lanjutan. Sekitar 30 persen individu dengan hasil FIT positif tidak menjalani kolonoskopi lanjutan. Ini adalah pekerjaan rumah besar yang juga akan dihadapi Indonesia," ujar Matsuda.

PGI Dorong Skrining Kanker Kolorektal Nasional untuk Tekan Angka Kematian di IndonesiaThe 3rd Gastrointestinal Oncology Summit 2026 yang diselenggarakan Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) di Jakarta. (Ist)

Ia juga menyoroti adanya risiko kanker yang muncul di antara jadwal skrining rutin sehingga memerlukan strategi penanganan khusus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

PGI Dorong Skrining Kanker Kolorektal Nasional untuk Tekan Angka Kematian di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!