Senin, 08 JUNI 2026 • 14:15 WIB

Kepala BPOM Ajak Gen Z Cintai Jamu, Warisan Budaya Indonesia yang Sudah Diakui UNESCO

Author

Penjual Jamu di Pasar Karang Anyar Sawah Besar Sri Lestari berharap gen z bisa dapat melestarikan jamu. (Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Kepala BPOM Taruna Ikrar mendorong gen z untuk melestarikan jamu. Ia mengajak gen z untuk mengenal dan mencintai jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang diturunkan lintas generasi.  

Menurut Taruna, pelestarian jamu harus mengikuti perkembangan zaman agar bisa mendunia. Ia juga menilai kemajuan jamu saat ini membuktikan bahwa warisan budaya mampu beradaptasi dengan kebutuhan modern.

“Jamu adalah kekayaan budaya kita dan sekaligus kekayaan yang tak ternilai harganya, bahkan sudah diakui UNESCO. Oleh karena itu, mari kita menjadikan jamu Indonesia mendunia,” ujar Taruna dalam acara Acaraki Jamu Festival di Hutan Kota Plataran GBK, Jakarta, Minggu 7 Juni 2026.

Dahulu minuman tradisional ini identik dengan jamu gendong, kini banyak inovasi jamu ready to drink berupa minuman botol, sachet, kapsul, bahkan sudah muncul kafe jamu modern di kota besar. Transformasi ini menunjukkan bahwa jamu terus berkembang tanpa kehilangan akar budaya dan manfaatnya.

Baca juga: Viral Gen Z Populerkan Party Jamu sebagai Gaya Hidup Sehat, Kamu Mau Ikutan?

Taruna menyebut, dengan kekayaan biodiversitas dan pengetahuan tradisional yang dimiliki Indonesia, jamu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus penggerak ekonomi nasional. 

“Kami berharap inisiatif seperti ini dapat mendorong jamu semakin diterima masyarakat luas, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga semakin dikenal dan dihargai di tingkat global,” tambahnya.

Kepala BPOM Taruna Ikrar. (Dewi Kania/Z Creators)

BPOM juga akan berkomitmen secara utuh dan kuat untuk memajukan jamu Indonesia dengan mendukung UMKM. Menurut Taruna, masih banyak pelaku usaha jamu tradisional yang perlu meningkatkan usahanya agar lebih sejahtera. 

“Kita ingin mempermudah mendapatkan izin edar dan tentu terakhir ingin memajukan para pelaku usaha di bidang jamu, dengan menjadikan jamu minuman sehari-hari, caranya yaitu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan kita semua,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum GP Jamu Jony Yuwono mengatakan, sudah sepantasnya jamu dikenal mendunia dan gen z bisa bantu melestarikannya. Ia juga ingin budaya minum jamu lebih dikenal masyarakat Indonesia dibandingkan kopi, teh, hingga tren matcha. 

“Kita melibatkan anak-anak muda untuk dalam proses melestarikan jamu, bukan menggurui. Mungkin harus membuka diri untuk mengenalkan resep jamu dan mereka bisa kreasikan sendiri dengan beragam teknik,” ungkap Jony. 

Baca juga: BPOM Dorong Tren Minum Jamu Herbal sebagai Kekayaan Alam Indonesia

Di sisi lain, ia menilai sosok penjual jamu gendong menjadi simbol penting yang menunjukkan bahwa warisan budaya dapat tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

"Semangat yang ditunjukkan para pelaku jamu tradisional perlu menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing UMKM jamu agar tumbuh secara berkelanjutan,” kata Jony.

Umum GP Jamu Jony Yuwono. (Dewi Kania/Z Creators)

Sementara itu, Penjual Jamu di Pasar Karang Anyar Sawah Besar Sri Lestari yang menjadi partisipan festival ini mengaku sangat gembira melihat kemeriahan acara. Sejak pagi, di tengah rindangnya Hutan Kota, ia antusias melayani para pengunjung yang didominasi anak muda mencicipi jamunya.

“Happy, ini sudah ke-5 kali. Saya ingin jamu bisa semakin terkenal, terutama untuk gen z yang sekarang minumannya kopi. Saya ingin gen z suka ke herbal natural dan gak harus minum obat-obatan,” bebernya. 

Ia sendiri menyebut, saat berjualan di pasar, pelanggan jamunya datang dari berbagai kalangan usia. Selera jamu yang disukai mereka juga berbeda-beda.

“Saya pelanggannya yang muda-muda lebih suka kunyit asem karena bagus buat kulit, mengatur haid dan beras kencur lebih sehat, cegah masuk angin. Kalau yang tua-tua suka minum jamu pahit,” tutup Sri.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU