Sabtu, 20 JUNI 2026 • 18:05 WIB

Dokter Ganteng Tiktoker Ini Bagikan Tips agar Tak Kolaps saat Ikut Event Lari

Author

Dokter Umum dan Kreator Konten Kesehatan dr. Ikhsanuddin Qoth’i. (Foto: Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Tren lari semakin digemari masyarakat dan telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Namun, di balik maraknya fenomena ini, para ahli mengingatkan kamu agar bisa mengontrol diri saat menjalaninya agar tidak jadi collaps. 

Dokter Umum dan Kreator Konten Kesehatan dr. Ikhsanuddin Qoth’i mengatakan, selain keren, benefit lari adalah untuk mendukung pola hidup sehat dan mendukung masa tua agar tidak bergantung pada orang lain. Selain itu, lari juga bisa memperbaiki kualitas hidup yang lebih baik.

“Sekarang banyak orang mulai olahraga fomo lari dan kita lihat dari Covid-19 orang sadar dengan kesehatan. Nah olahraga itu antara mind dan body itu ada relasinya. Olahraga itu bukan sebagai rekreasi, tapi tubuh sehat pikiran sehat, saat olahraga hormon endorfin, dopamin dan serotoin keluar dan bikin kita lebih bahagia dan sehat,” ujarnya dalam acara Press Conference Brook Farm Almond di Senayan Park Jakarta, baru-baru ini. 

Baca juga: 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Tapi yang jadi masalah, banyak orang memaksakan kehendak untuk berolahraga saat kondisi tubuh lagi gak fit. Padahal hal ini sebaiknya dihindari untuk mencegah kolaps saat lari.

Dokter ganteng yang viral di TikTok ini menyarankan agar kamu bisa mengukur diri sebelum berolahraga. Karena tujuan utama olahraga adalah bikin badan jadi lebih sehat dan happy. 

“Berdasarkan kondisinya, kita harusnya atur dulu, kan olahraga supaya jadi lebih sehat. Tapi kalau misalkan sebelumnya kita sakit, tubuhnya lagi gak olahraga, sebaiknya kita dikonsentrasikan dan mending stop,” bebernya. 

Di sisi lain, jika memiliki riwayat penyakit seperti penyempitan pembuluh darah jantung, hipertensi atau diabetes melitus sebaiknya konsultasi dengan dokter. 

Baca juga: Fenomena El Nino Tingkatkan Penularan Demam Berdarah Dengue, Simak Cara Mencegahnya

Sebab lari adalah olahraga atau aktivitas fisik yang bebannya tinggi dan bukan kegiatan normal yang bisa diikuti banyak orang.

“Kalau ada penyakit ini sebaiknya konsultasi ke dokter, kalau dokter bilang jangan, ya ikuti saran dokter dan semua kegiatan ada risikonya. Saran dari saya mulailah dari yng pelan-pelan dulu, misal 5k jatah waktunya 1 jam, gak mesti seseorang di-push 25 menit selesai, jadi maksimalin sesuai kemampuan tubuh,” ucap sang dokter.  

Selain itu, Dokter Ikhsan menekankan agar kamu selalu mencukupi kebutuhan nutrisi ketika kamu lagi rajin berolahraga. Terutama di saat recovery setelah mengikuti ajang lari atau melakukan kebiasaan jogging setiap hari. 

Dokter Ikhsan menyarankan agar kamu memilih makanan dan minuman yang kaya dengan nutrisi, karbohidrat, protein, dan vitamin. Salah satu yang dianjurkan adalah plant base yang aman dikonsumsi siapapun, seperti susu almond. 

Baca juga: Viral Pria Minum Oli Mesin Setiap Pagi, Tetap Sehat Selama 33 Tahun

“Sebenarnya makanan atau minuman plant base salah satu opsi yg dilirim karena bisa memenuhi kebutuhan gizi, san ini sudah difortifikasi dengan vitamin D, E, B12 dan omega 3 yang mendukung energi dan keseimbangan tubuh dan low sugar,” terang Dokter Ikhsan.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Indonesia Muda Road Runner sekaligus Pemegang Rekor Marathon Nasional 1987, Gatot Sudarsono, menyambut baik kehadiran event lari yang kini selalu ramai diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. 

Bahkan banyak orang memanfaatkan ajang lari untuk berkenalan antar komunitas, bisnis dan banyak benefit lain. 

“Saat ini di masyarakat kalau gak lari itu gak keren, arahnya sudah kesitu, gaya hidupnya harus ditunjang gak hanya lari tapi nutrisinya dan kebersamaan kita,” ungkapnya. 

Baca juga: 7 Manfaat Jus Semangka dan Apel untuk Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu

Sayang, kata Gatot, masalah terbesar pemula sebenarnya bukan kemampuan fisik, tapi takut untuk memulai. Padahal lari yang paling penting bukan seberapa cepat dan jauh, tapi seberapa sehat, dan termasuk nutrisinya. 

“Untuk lari sebetulnya harus mulai dari mana, banyak orang yang belum bisa lari dan takut, nah kami menjamu orang-orang yang belajar lari,” kata Gatot.

“Kalau mau lari penting niat, ikut komunitas dan ikut event, dari situ nanti akan terus berkembang dr sisi kecepatan dan jarak, dan kesehatan,” sambungnya. 

Mewakili PT Sukanda Djaya Diamond Cold Storage, dr. Maria Melisa mengatakan bahwa lari adalah salah satu olahraga yang murah dan disukai banyak kalangan. Data di Indonesia menyebut 7 dari 10 orang aktif lari.

Baca juga: 7 Minuman Tinggi Kalsium yang Bisa Jadi Pengganti Susu untuk Menjaga Kesehatan Tulang

“Kami ingin memotivasi masyarakat Indonesia bahwa lari itu mudah, murah, gak butuh alat macam-macam dan bikin orang senang menjalani gaya hidup sehat,” katanya. 

Karena itu, event lari yang meriah dengan beragam hiburan yang cocok buat pelari pemula ini akan digelar kedua kalinya pada Minggu 23 Agustus  2026 mendatang. Kategori yang ditawarkan adalah 5K dan 10K. 

Di saat bersamaan, masyarakat yang gaya hidupnya amat sibuk, perlu mengimbangi nutrisi harian. Caranya adalah mengonsumsi makanan dan minuman yang baik untuk kesehatan.

“Studi mengatakan, 72 persen gen z cari asupan nutrisi yang mendukung moodnya dan salah satu rasa dari susu almond ini. Bahkan 80 persen orang Indonesia ini lactose intoleran dan susu almond ini sangat cocok diminum,” terang Dokter Maria. 

Baca juga: Apa Itu Buta Warna? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Susu almond menjadi salah satu minuman berbasis plant-based yang populer selain soymilk dan oatmilk. Berdasarkan berbagai riset, susu almond kaya akan nutrisi yang mendukung gaya hidup sehat.

“Saat nutrisi dan cita rasa dapat berjalan beriringan, gaya hidup sehat akan lebih mudah diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Pada akhirnya, tujuan olahraga bukan hanya mencapai garis finish, tetapi menjaga kesehatan dan kualitas hidup dalam jangka panjang. 

Dengan memahami kondisi tubuh, berolahraga secara bertahap, serta menjaga asupan nutrisi yang tepat, lari dapat menjadi kebiasaan sehat yang bermanfaat hingga usia lanjut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU