INDOZONE.ID - Banyak orang berpikir bahwa, pelari yang konsisten selalu memiliki semangat tinggi setiap hari. Padahal kenyataannya tidak demikian.
Bahkan mereka yang sudah rutin berlari selama bertahun-tahun tetap bisa mengalami rasa malas, bosan, kelelahan, hingga kehilangan motivasi untuk keluar rumah.
Oleh karena itu, konsistensi olahraga tidak hanya bergantung pada semangat sesaat, tetapi lebih pada kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.
Supaya rutinitas lari tetap terjaga meski suasana hati sedang buruk, ada beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan. Berikut di antaranya.
Baca juga: 5 Tanda Tubuh Belum Siap Lari Jarak Jauh, Jangan Dipaksakan!
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menunggu motivasi muncul terlebih dahulu sebelum mulai berlari.
Padahal dalam banyak kasus, semangat justru muncul setelah tubuh mulai bergerak.
Tidak perlu langsung menargetkan lari jauh atau latihan berat. Awali dengan langkah sederhana, misalnya memakai sepatu olahraga dan keluar rumah selama beberapa menit.
Biasanya, bagian paling sulit memang ada pada tahap memulai. Setelah tubuh bergerak, rasa malas perlahan akan berkurang dengan sendirinya.
Banyak pelari pemula tanpa sadar membuat sesi latihan terasa menyiksa karena selalu memaksakan diri berlari terlalu cepat atau terlalu berat.
Akibatnya, tubuh mulai menganggap lari sebagai aktivitas yang melelahkan dan tidak menyenangkan.
Padahal latihan dengan intensitas ringan hingga sedang justru lebih efektif untuk menjaga konsistensi.
Easy run atau lari santai menjadi fondasi penting agar tubuh tetap nyaman dan risiko cedera maupun burnout bisa diminimalkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fortishealthcare.com