Minggu, 21 JUNI 2026 • 15:15 WIB

Bukan Obat! Peneliti Temukan Cara yang Lebih Efektif Cegah Penyakit Kronis pada Prediabetes

Author

 Ilustrasi lansia terapkan gaya hidup sehat. (Freepik)

INDOZONE.ID - Seseorang yang memiliki kadar gula darah lebih tinggi dari normal, belum tentu bisa didiagnosis sebagai diabetes tipe 2. Bisa jadi itu merupakan prediabetes

Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari dua dari lima orang dewasa di Amerika Serikat mengalami prediabetes

Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Selain meningkatkan risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2, prediabetes juga dapat memicu berbagai penyakit kronis lainnya. 

Bahkan, dikutip dari Medical News Today, banyak penderita prediabetes akhirnya mengalami multimorbiditas. Itu adalah kondisi ketika seseorang memiliki dua atau lebih penyakit kronis secara bersamaan.  

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA menunjukkan, perubahan gaya hidup, seperti menjaga pola makan sehat, menurunkan berat badan, dan berolahraga secara rutin, lebih efektif dibandingkan obat diabetes metformin dalam mencegah multimorbiditas pada penderita prediabetes.  

Baca juga: 5 Manfaat Daun Yakon untuk Kesehatan, Terutama bagi Penderita Diabetes

Prediabetes dan Risiko Penyakit Kronis 

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami prediabetes antara lain: 

  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Berusia 45 tahun atau lebih.
  • Memiliki anggota keluarga dekat dengan diabetes tipe 2.
  • Pernah mengalami diabetes gestasional saat hamil.
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram.  

Penderita prediabetes berisiko mengalami berbagai penyakit kronis, yang dapat menurunkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia. 

Menurut dokter spesialis kedokteran keluarga dari Providence Saint John's Health Center di California, David Cutler, multimorbiditas menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan lansia. 

Ilustrasi lansia olahraga yoga. (Freepik)

Beberapa penyakit kronis yang sering ditemukan pada kondisi multimorbiditas meliputi: 

  • Hipertensi
  • Gagal jantung
  • Penyakit jantung koroner
  • Gangguan irama jantung
  • Kolesterol tinggi
  • Stroke
  • Arthritis
  • Asma
  • Kanker
  • Penyakit ginjal kronis
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Demensia
  • Depresi
  • Diabetes
  • Osteoporosis  

Penelitian sebelumnya memperkirakan, hingga 95 persen populasi usia 65 tahun ke atas yang menjalani layanan kesehatan primer, mengalami lebih dari satu penyakit kronis. 

Studi Selama 21 Tahun 

Penelitian ini menggunakan data dari Diabetes Prevention Program (DPP) dan Diabetes Prevention Program Outcomes Study (DPPOS) yang melibatkan 1.173 peserta dengan prediabetes. 

Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok: 

  • Kelompok intervensi gaya hidup.
  • Kelompok yang mengonsumsi metformin.
  • Kelompok plasebo.  

Pada awal penelitian, usia rata-rata peserta adalah 51 tahun dengan indeks massa tubuh (BMI) rata-rata 32,1 yang termasuk kategori obesitas. 

Kelompok Gaya Hidup 

Peserta dalam kelompok ini mengikuti 16 sesi konseling individu, dan sesi bulanan selama sekitar dua tahun dengan target: 

  • Mengurangi asupan kalori dan lemak.
  • Menjaga konsumsi lemak di bawah 25 persen dari total kalori harian.
  • Berolahraga minimal 150 menit setiap minggu.
  • Menurunkan berat badan setidaknya 7 persen dari berat badan awal.  

Setelah itu, mereka tetap mendapatkan sesi pendampingan dua kali setahun. 

Baca juga: Mulai Umur Berapa Disebut Lansia? Kenali Klasifikasi dan Tahapannya

Kelompok Metformin 

Peserta mengonsumsi metformin 850 miligram dua kali sehari, serta menerima edukasi gaya hidup sebanyak empat kali dalam setahun. 

Kelompok Plasebo 

Peserta menerima tablet plasebo dan edukasi gaya hidup dengan frekuensi yang sama seperti kelompok metformin. 

Hasil: Gaya Hidup Sehat Memberikan Perlindungan Lebih Besar 

Setelah masa penelitian selama 21 tahun, sebanyak 85 persen peserta mengalami multimorbiditas.  

Penyakit yang paling sering ditemukan adalah: 

  • Kolesterol tinggi (76 persen)
  • Hipertensi (75 persen)
  • Diabetes (67 persen) 

Namun, terdapat perbedaan yang cukup jelas antara ketiga kelompok. 

Ilustrasi lansia berolahraga. (FREEPIK)

Peserta pada kelompok plasebo dan metformin, memiliki median lima penyakit kronis. Sementara itu, kelompok intervensi gaya hidup hanya memiliki median empat penyakit kronis. 

Secara keseluruhan: 

  • 82 persen kelompok gaya hidup mengalami dua atau lebih penyakit kronis.
  • 85 persen kelompok metformin mengalami dua atau lebih penyakit kronis.
  • 87 persen kelompok plasebo mengalami dua atau lebih penyakit kronis.  

Lebih menarik lagi, hanya 72 persen peserta kelompok gaya hidup yang mengalami lebih dari tiga penyakit kronis, dibandingkan 81 persen pada kelompok metformin maupun plasebo. 

Mengapa Perubahan Gaya Hidup Lebih Efektif? 

Menurut Dr. Thomas M. Holland dari RUSH Institute for Healthy Aging di Chicago, perubahan gaya hidup bekerja melalui banyak jalur biologis sekaligus. 

Metformin memang efektif meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan produksi gula oleh hati. Namun, pola hidup sehat memberikan manfaat yang jauh lebih luas. 

Gaya hidup sehat dapat: 

  • Mengurangi peradangan kronis.
  • Meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Menjaga kesehatan pembuluh darah.
  • Mengontrol tekanan darah.
  • Mempertahankan massa otot.
  • Mendukung kesehatan otak dan fungsi kognitif. 

Karena banyak penyakit kronis memiliki mekanisme dasar yang sama, memperbaiki gaya hidup dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit sekaligus, bukan hanya diabetes. 

Baca juga: Tanpa Ribet! Ini 7 Cara Alami Kontrol Diabetes yang Jarang Diketahui

Kebiasaan yang Dapat Membantu Mencegah Diabetes dan Penyakit Kronis 

Para peneliti menekankan, langkah-langkah sederhana berikut dapat memberikan manfaat besar dalam jangka panjang: 

  • Berjalan kaki lebih sering setiap hari.
  • Melakukan latihan kekuatan atau resistance training.
  • Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran.
  • Memperbanyak kacang-kacangan dan biji-bijian utuh.
  • Memilih sumber protein rendah lemak.
  • Mengurangi makanan ultra-proses.
  • Menjaga kualitas tidur.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Memperkuat hubungan sosial dan aktivitas bersama keluarga

Gaya Hidup Sehat Tetap Menjadi Kunci  

Temuan ini memperkuat bukti bahwa, penyakit kronis bukanlah konsekuensi yang sepenuhnya tidak dapat dihindari dari proses penuaan.  

Meskipun usia terus bertambah, berbagai faktor biologis yang memicu penyakit kronis dapat dipengaruhi melalui pilihan gaya hidup sehari-hari. 

Oleh karena itu, pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur, bukan hanya membantu mencegah diabetes. Tapi, juga melindungi kesehatan jantung, otak, ginjal, serta menjaga kualitas hidup hingga usia lanjut.

Bahkan, manfaatnya dapat melebihi efek yang diberikan oleh pengobatan saja. 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU