INDOZONE.ID - Menjemur bayi di pagi hari sering dilakukan karena dipercaya dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D secara alami.
Namun, cara menjemur bayi tidak boleh dilakukan sembarangan karena kulit bayi masih sangat sensitif sehingga perlu perlindungan ekstra dari paparan sinar matahari.
Baca juga: 7 Ikan yang Bagus untuk Kecerdasan Otak Anak dan Daya Ingat
Agar manfaatnya bisa didapat secara optimal tanpa membahayakan kulit, berikut beberapa cara menjemur bayi yang tepat.
Cara Menjemur Bayi yang Tepat
1. Pilih Waktu Pagi Hari
Waktu terbaik untuk menjemur bayi adalah sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 pagi. Pada jam tersebut, sinar matahari masih relatif lembut dan kandungan UVB yang membantu pembentukan vitamin D sudah cukup optimal.
2. Jangan Terlalu Lama Berjemur
Cukup dengan durasi sekitar 10–15 menit setiap hari umumnya sudah cukup. Jika terlalu lama, kulit bayi bisa menjadi kemerahan, kering, atau mengalami iritasi.
Baca juga: Olivia Rodrigo Ngaku Tuli di Telinga Kiri 60 Persen, Apa Penyebabnya?
3. Gunakan Pakaian yang Tipis
Saat dijemur, bayi bisa menggunakan pakaian berbahan tipis atau cukup mengenakan popok agar kulitnya mendapatkan paparan sinar matahari secara langsung.
Pastikan bayi tetap merasa nyaman dan tidak kedinginan selama proses penjemuran berlangsung.
4. Hindari Menjemur Bayi di Balik Kaca
Masih banyak orang yang menjemur bayi di dekat jendela rumah. Padahal, sinar UVB yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk vitamin D tidak dapat menembus kaca secara optimal.
5. Jangan Oleskan Minyak atau Losion Sebelum Dijemur
Sebelum menjemur bayi, hindari penggunaan minyak telon, losion, atau krim pada kulitnya.
Produk-produk tersebut bisa membuat kulit bayi menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari sehingga risiko iritasi atau kemerahan dapat meningkat.
Baca juga: 6 Jus Buah yang Aman untuk Penderita Asam Lambung
6. Awasi Kondisi Bayi Selama Berjemur
Jika bayi tampak tidak nyaman, menangis terus-menerus, berkeringat berlebihan, atau kulitnya mulai memerah, segera hentikan penjemuran dan pindahkan ke tempat yang lebih teduh.
7. Lindungi Mata Bayi Jika Diperlukan
Apabila area penjemuran cukup terang, orang tua bisa memakaikan kacamata anti-UV khusus bayi untuk membantu melindungi mata.
8. Bersihkan Tubuh Bayi Setelah Berjemur
Setelah selesai dijemur, bersihkan tubuh bayi menggunakan handuk lembut yang dibasahi air hangat.
Cara ini membantu mengangkat keringat dan debu yang mungkin menempel selama bayi berada di luar ruangan sehingga kulitnya tetap bersih dan nyaman.
9. Berikan ASI atau Susu Setelah Penjemuran
Hal ini penting untuk bantu menjaga kebutuhan cairan tubuhnya sekaligus membuat bayi kembali nyaman setelah terpapar sinar matahari.
Baca juga: Ini 5 Manfaat yang Membuat Banyak Orang Memilih Susu Etawa Biru
Menjemur bayi memang dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan waktu, durasi, serta kondisi kesehatan Si Kecil agar proses penjemuran tetap aman.
Jika bayi lahir prematur, memiliki kulit yang sangat sensitif, atau mengalami kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak sebelum rutin menjemurnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter