Ilustrasi Ikan Segar (Freepik.com @freepik)
INDOZONE.ID - Perkembangan otak anak sangat dipengaruhi asupan nutrisi harian. Omega-3 (DHA dan EPA), protein, serta vitamin berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan, fokus, dan daya ingat yang kuat pada anak.
Ikan adalah sumber terbaik omega-3 yang membantu perkembangan sel otak dan sistem saraf anak. Konsumsi ikan secara rutin dapat mendukung kemampuan belajar, meningkatkan konsentrasi, serta membantu daya ingat di sekolah.
Berikut ini adalah pilihan ikan laut maupun ikan air tawar yang kaya akan nutrisi ramah otak:
Salmon sudah lama dikenal sebagai ikon makanan otak. Kandungan DHA dan EPA yang tinggi pada salmon sangat penting untuk membangun sel-sel saraf otak anak.
Selain itu, salmon juga mengandung vitamin D yang membantu menjaga mood anak tetap stabil. Anak jadi lebih fokus, tenang, dan semangat saat belajar.
Baca juga: 6 Jenis Ikan Lokal Tinggi Omega-3, Manfaat serta Tips Memilih dan Mengolahnya
Tuna memiliki kandungan protein tinggi dan omega-3 yang cukup baik untuk perkembangan otak. Nutrisi ini membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi anak saat belajar.
Selain itu, tuna juga mengandung zat besi yang membantu meningkatkan aliran oksigen ke otak, sehingga otak dapat bekerja lebih optimal dan tidak mudah lelah.
Sarden merupakan ikan kecil yang kaya nutrisi, terutama omega-3, kalsium, dan vitamin B12. Kombinasi nutrisi ini sangat baik untuk perkembangan otak dan sistem saraf anak.
Kandungan omega-3 dalam sarden membantu meningkatkan daya ingat, sedangkan kalsium mendukung pertumbuhan tulang yang kuat untuk mendukung aktivitas anak sehari-hari.
Ikan gabus kaya akan albumin dan zat besi yang sangat penting untuk kesehatan tubuh dan otak. Albumin membantu memperbaiki sel tubuh dan mendukung fungsi otak anak.
Zat besi dalam ikan gabus membantu melancarkan aliran oksigen ke otak, sehingga anak tidak mudah lelah dan lebih cepat menangkap pelajaran di sekolah.
Baca juga: 6 Bahaya Makan Ikan Sapu-sapu Bagi Kesehatan yang Jarang Dibahas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline