7 Gejala Awal HIV/AIDS yang Wajib Diwaspadai (Deccanherald)
INDOZONE.ID - HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, HIV dapat berkembang menjadi AIDS dan membuat tubuh lebih mudah terserang berbagai penyakit.
Pada tahap awal, gejala HIV sering kali mirip dengan flu biasa, seperti demam, sakit tenggorokan, tubuh terasa lemas, dan nyeri otot. Karena gejalanya umum dan tidak khas, banyak orang menganggapnya sebagai penyakit ringan yang akan sembuh sendiri.
Padahal, mengenali gejala HIV sejak dini sangat penting untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Semakin cepat HIV terdeteksi, semakin besar peluang untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah perkembangan penyakit.
Ilustrasi demam. (Pexels/Polina Tankilevitch)
Berikut ini adalah 7 gejala awal HIV/AIDS yang sering muncul dan kerap disalahartikan sebagai flu biasa:
Demam menjadi salah satu gejala awal HIV yang paling umum. Suhu tubuh biasanya meningkat sebagai respons sistem imun yang sedang melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.
Demam akibat infeksi HIV sering disertai rasa tidak nyaman, tubuh lemas, dan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
Baca juga: Hati-hati! Rasa Kesemutan yang Tidak Hilang Bisa Jadi Gejala Neuro HIV
Rasa lelah yang tidak biasa dan berlangsung terus-menerus juga bisa menjadi tanda awal infeksi HIV. Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bekerja lebih keras untuk melawan virus.
Berbeda dengan kelelahan biasa, kelelahan akibat HIV sering kali tidak membaik meskipun sudah cukup beristirahat. Aktivitas ringan pun bisa terasa lebih berat dari biasanya.
Banyak penderita HIV mengalami sakit tenggorokan pada fase awal infeksi. Gejala ini sering disertai rasa nyeri saat menelan dan kemerahan pada area tenggorokan.
Karena gejalanya hampir sama dengan flu atau radang tenggorokan biasa, kondisi ini sering diabaikan. Padahal, jika muncul bersama gejala lain, sakit tenggorokan perlu mendapatkan perhatian lebih.
Kelenjar getah bening yang membengkak merupakan salah satu tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Pembengkakan biasanya terjadi di area leher, ketiak, atau selangkangan.
Pada infeksi HIV, pembengkakan kelenjar getah bening dapat berlangsung cukup lama dan terkadang tidak menimbulkan rasa sakit. Gejala ini termasuk salah satu tanda yang cukup sering ditemukan pada tahap awal HIV.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic