INDOZONE.ID - Masih banyak masyarakat yang percaya bahwa penderita cacar air tidak boleh mandi selama masa sakit.
Faktanya, penderita cacar air tetap diperbolehkan mandi. Bahkan, menjaga kebersihan kulit selama sakit justru penting untuk membantu mencegah infeksi tambahan yang dapat memperparah kondisi kulit.
Baca juga: Sistem Pencernaan yang Melakukan Gerak Peristaltik Pertama, Ini Cara Kerjanya
Apa Itu Cacar Air?
Cacar air atau varisela adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Penularan ini umumnya terjadi melalui percikan droplet dari saluran pernapasan penderita.
Selain melalui udara, virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan ruam atau lenting pada kulit, meski risiko penularannya cenderung lebih rendah.
Penyakit ini juga paling sering menyerang anak-anak, karena sekitar 90 persen kasus cacar air terjadi pada anak usia di bawah 10 tahun.
Baca juga: 7 Manfaat Ikan Cakalang untuk Kesehatan Tubuh yang Kaya Gizi
Namun, orang dewasa juga bisa terkena cacar air, bahkan berisiko mengalami komplikasi yang lebih serius, terutama jika memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
Saat ini, risiko terkena cacar air dapat dikurangi melalui vaksinasi yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Apakah Penderita Cacar Air Boleh Mandi?
Jawabannya, boleh karena mandi tidak membuat cacar air menjadi lebih parah. Sebaliknya, menjaga kebersihan tubuh selama mengalami cacar air sangat dianjurkan untuk membantu mencegah infeksi pada kulit.
Baca juga: 7 Manfaat Luar Biasa Ikan Gabus untuk Kesehatan Tubuh
Jika penderita tidak mandi, kuman dan bakteri dapat menumpuk di permukaan kulit. Kondisi ini berpotensi menyebabkan infeksi bakteri sekunder pada lenting cacar air.
Risiko Jika Penderita Cacar Air Tidak Mandi
1. Muncul Nanah pada Ruam
Kondisi ini menjadi tanda bahwa ruam tidak hanya terinfeksi virus, tetapi juga bakteri.
2. Impetigo dan Selulitis
Infeksi bakteri sekunder dapat berkembang menjadi impetigo atau bahkan selulitis, yaitu infeksi yang menyebar hingga lapisan lemak di bawah kulit.
3. Bekas Luka Lebih Sulit Hilang
Ketika terjadi infeksi tambahan, proses penyembuhan kulit biasanya berlangsung lebih lama. Risiko terbentuknya jaringan parut atau bekas luka permanen juga menjadi lebih besar.
4. Komplikasi yang Lebih Serius
Pada penderita dengan sistem imun yang lemah, infeksi bakteri sekunder dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih berat.
Tips Mandi saat Cacar Air
- Gunakan air hangat agar tubuh terasa lebih nyaman, terutama jika masih mengalami demam
- Mandi secara perlahan untuk menghindari lenting cacar pecah
- Hindari menggosok kulit terlalu keras
- Gunakan sabun yang lembut dan tidak mengiritasi kulit
- Keringkan tubuh dengan menepuk-nepuk handuk secara perlahan, bukan menggosoknya
Baca juga: Selain Punya Kandungan Antikanker, Ini Deretan Khasiat Lain dari Kentang Ungu
Larangan mandi saat cacar air merupakan mitos yang tidak didukung oleh penjelasan medis. Justru, menjaga kebersihan kulit dengan mandi secara teratur dapat membantu mencegah infeksi bakteri dan mengurangi risiko komplikasi.
Penderita cacar air tetap dianjurkan mandi dengan hati-hati agar kulit tetap bersih dan proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klik Dokter