INDOZONE.ID – Kebiasaan mengonsumsi minuman manis, seperti soda atau jus jeruk dengan tambahan gula, dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Bahkan, kebiasaan itu dapat memicu meningkatnya risiko terkena asam urat pada wanita, seiring usia bertambah.
Dikutip dari Medical Daily, temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipresentasikan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan American College of Rheumatology di Atlanta. Lalu, dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA).
Para peneliti menemukan, wanita yang mengonsumsi lebih dari satu porsi soda manis atau jus jeruk setiap hari, memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit asam urat dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi minuman tersebut.
Baca juga: 10 Sayuran yang Boleh Dimakan Penderita Asam Urat dan Kolesterol
Fruktosa Diduga Tingkatkan Kadar Asam Urat
Menurut penelitian tersebut, kandungan fruktosa dalam minuman manis dapat memicu peningkatan produksi asam urat di dalam tubuh.
Asam urat (gout), merupakan kondisi yang terjadi ketika kadarnya di dalam darah terlalu tinggi. Sehingga, membentuk kristal yang mengendap di persendian dan jaringan di sekitarnya.
Penumpukan kristal ini, dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, serta peradangan pada sendi. Adapaun sendi yang paling sering terasa nyeri atau sakit meliputi:
- Jempol kaki.
- Lutut.
- Pergelangan kaki.
Selama ini, penyakit asam urat lebih sering dikaitkan dengan pria yang mengalami kelebihan berat badan.
Namun, hasil penelitian tersebut menunjukkan, wanita juga dapat menghadapi risiko yang signifikan, terutama jika sering mengonsumsi minuman tinggi gula.
Melibatkan Hampir 79 Ribu Wanita
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengikuti 78.906 wanita selama hampir 22 tahun, untuk mengamati hubungan antara konsumsi minuman manis dan risiko asam urat.
Selama periode penelitian, tercatat 778 peserta mengalami asam urat. Analisis menunjukkan, wanita yang mengonsumsi soda manis atau jus jeruk setiap hari, memiliki risiko 74 persen lebih tinggi terkena asam urat, dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi minuman tersebut.
Berdasarkan temuan itu, peneliti menyarankan agar wanita, terutama yang memiliki risiko atau telah didiagnosis menderita asam urat, membatasi konsumsi minuman yang mengandung gula tambahan.
Tanggapan dari Industri Minuman
Meski demikian, hasil penelitian tersebut mendapat tanggapan dari American Beverage Association, organisasi industri minuman yang berbasis di Washington, D.C.
Kelompok tersebut menilai, asam urat selama ini lebih banyak dikaitkan dengan konsumsi makanan dan minuman yang tinggi purin. Misal, minuman beralkohol, bir, dan beberapa jenis daging.
Mereka berpendapat, soda maupun jus jeruk tidak mengandung purin. Sehingga menurut mereka, penelitian tersebut belum sepenuhnya menggambarkan penyebab utama meningkatnya risiko asam urat.
Baca juga: Bolehkan Penderita Asam Urat Menyantap Ceker Ayam? Ini Penjelasannya!
Perlu Batasi Minuman Manis
Terlepas dari adanya perbedaan pandangan, berbagai penelitian dahulu telah menunjukkan, konsumsi gula berlebih, khususnya fruktosa, dapat memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk meningkatkan produksi asam urat.
Oleh karena itu, para ahli kesehatan tetap menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi minuman manis.
Kemudian, memperbanyak minum air putih, menjaga berat badan ideal, serta menerapkan pola makan seimbang. Hal ini sebagai langkah untuk membantu menurunkan risiko berbagai penyakit metabolik, termasuk asam urat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily