Jumat, 10 JULI 2026 • 12:25 WIB

Warna Keputihan dan Artinya, Kenali Mana yang Normal dan Tidak

Author

Ilustrasi Keputihan pada Wanita. (Freepik)

INDOZONE.ID - Keputihan merupakan hal yang normal dialami setiap wanita. Cairan ini berfungsi menjaga vagina tetap bersih, lembap, sekaligus melindunginya dari infeksi.

Namun, warna keputihan ternyata bisa memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan organ intim. Mulai dari putih bening hingga hijau, setiap warna memiliki arti yang berbeda. Berikut penjelasannya.

Baca juga: Tren Penggunaan Pemurni Air Minum Meningkat, Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan

Warna Keputihan dan Artinya pada Wanita

1. Keputihan Abu-abu

Keputihan berwarna abu-abu perlu diwaspadai karena sering dikaitkan dengan vaginosis bakterialis, yaitu infeksi akibat terganggunya keseimbangan bakteri baik di vagina.

Selain perubahan warna, kondisi ini biasanya juga disertai bau tidak sedap, rasa gatal, iritasi, hingga kemerahan di area vulva.

Baca juga: Cegah Penyakit Sebelum Terlambat, Vaksinasi Jadi Investasi Kesehatan Jangka Panjang

2. Keputihan Putih

Keputihan putih bening dengan tekstur encer atau sedikit kental umumnya masih tergolong normal.

Namun, jika warnanya berubah menjadi putih susu, jumlahnya sangat banyak, berbau, dan disertai rasa gatal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda infeksi jamur pada vagina.

3. Keputihan Kuning atau Hijau

Jika keputihan berubah menjadi kuning atau hijau, sebaiknya jangan dianggap sepele. Warna ini dapat mengindikasikan infeksi menular seksual, seperti trikomoniasis, gonore, atau klamidia.

Baca juga: Kenapa Luka Ringan Tak Boleh Diabaikan? Ini Penjelasan dan Cara Merawatnya

Biasanya keluhan ini juga disertai nyeri saat buang air kecil, bau tidak sedap dari vagina, hingga nyeri pada area panggul.

4. Keputihan Merah Muda

Keputihan berwarna merah muda cukup sering muncul pada awal atau akhir menstruasi karena bercampurnya darah haid dengan lendir vagina.

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi setelah penetrasi seksual, terutama jika vagina sedang kering atau kurang pelumas alami sehingga menimbulkan iritasi ringan.

Baca juga: Menopause Dini Bisa Terjadi Sebelum Usia 40, Ini Ciri-cirinya

5. Keputihan Cokelat Kemerahan

Warna cokelat kemerahan atau yang sering disebut flek dapat muncul karena beberapa kondisi, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur, pendarahan implantasi, perimenopause, maupun efek penggunaan alat kontrasepsi.

Meski sering kali tidak berbahaya, warna ini juga bisa menjadi tanda infeksi atau kanker serviks apabila disertai gejala lain, seperti demam, nyeri panggul, gatal pada vagina, atau kram perut.

Kapan Harus ke Dokter?

Perubahan warna keputihan memang tidak selalu menandakan penyakit. Namun, jika disertai nyeri panggul yang hebat, sakit perut, demam, bau menyengat, atau gatal yang tidak kunjung membaik, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga: Menstruasi Cuma 2 Hari, Normal atau Perlu Diwaspadai?

Dengan mengenali arti dari setiap warna keputihan, kamu bisa lebih cepat menyadari jika ada perubahan yang tidak normal dan mendapatkan penanganan sebelum kondisinya semakin serius.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Alodokter

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU