INDOZONE.ID - Batu empedu merupakan kondisi ketika terbentuk endapan keras di dalam kantong empedu. Ukurannya bisa sangat kecil seperti butiran pasir hingga sebesar bola golf.
Banyak orang mengira gejala batu empedu hanya gangguan pencernaan biasa karena keluhannya mirip asam lambung, maag, atau kram perut. Padahal, jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Baca juga: Kenapa Banyak Orang Gagal Naik Berat Badan Meski Udah Makan Banyak?
Ciri-ciri Batu Empedu yang Perlu Diwaspadai
Ketika batu mulai menyumbat saluran empedu, beberapa gejala berikut bisa muncul.
1. Nyeri Perut Kanan Atas Setelah Makan
Salah satu gejala paling umum adalah nyeri di bagian kanan atas perut, terutama setelah mengonsumsi makanan berlemak.
Rasa sakit bisa muncul tiba-tiba, berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam, bahkan menjalar ke punggung kanan atau area bawah tulang dada.
2. Mual dan Muntah
Ketika batu menghambat aliran cairan empedu, proses pencernaan ikut terganggu. Akibatnya, penderita dapat mengalami mual, muntah, perut terasa penuh, hingga kembung setelah makan.
Baca juga: Cara Mencegah Keringat Berlebih agar Tetap Nyaman Beraktivitas
Pada kondisi yang berlangsung lama, peradangan juga dapat memicu gangguan pencernaan berulang, termasuk diare kronis.
3. Nyeri di Ulu Hati
Gejala batu empedu sering kali menyerupai maag atau asam lambung. Penderita bisa merasakan nyeri di ulu hati, sensasi terbakar hingga ke dada (heartburn), atau rasa seperti diremas.
Bedanya, keluhan ini biasanya muncul berulang, terutama setelah makan, saat beraktivitas, bahkan ketika sedang beristirahat karena aliran empedu sudah terganggu.
4. Kulit dan Mata Menguning
Jika sumbatan semakin parah, bilirubin dapat menumpuk di dalam darah sehingga kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kuning atau dikenal sebagai jaundice.
Kondisi ini merupakan tanda bahwa aliran empedu menuju usus kecil terhambat dan perlu segera mendapatkan penanganan medis.
Baca juga: Keputihan Terus-menerus? Coba Lakukan Cara Ini untuk Meredakannya
5. Perubahan Warna Urine dan Tinja
Urine bisa berubah menjadi lebih gelap, seperti cokelat atau merah tua, sedangkan tinja tampak lebih pucat menyerupai warna tanah liat karena berkurangnya aliran cairan empedu.
6. Demam dan Menggigil
Demam yang disertai menggigil, detak jantung lebih cepat, serta nyeri perut yang tidak kunjung membaik bisa menjadi tanda adanya infeksi akibat saluran empedu yang tersumbat.
Kondisi ini tergolong darurat karena infeksi saluran empedu dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri jika sering mengalami nyeri perut kanan atas setelah makan, terutama bila disertai mual, muntah, kulit menguning, demam, atau perubahan warna urine dan tinja.
Baca juga: Jangan Asal Minum Antibiotik, Ini Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi akibat batu empedu sekaligus menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi kamu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mitra Keluarga