INDOZONE.ID - Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat merusak kulit sehingga penggunaan tabir surya menjadi salah satu cara utama untuk melindungi diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Di sisi lain, para peneliti juga telah mengamati bahwa beberapa minyak nabati memiliki kemampuan menyerap sebagian radiasi UV sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dalam produk tabir surya alami.
Meski demikian, kemampuan tersebut tidak berarti minyak nabati dapat menggantikan tabir surya komersial yang telah melalui pengujian khusus.
Lantas, minyak nabati apa saja yang pernah diteliti memiliki perlindungan alami terhadap sinar UV? Berikut beberapa di antaranya.
Baca juga: Akupunktur Telinga untuk Migrain, Seberapa Efektif? Begini Hasil Uji Klinisnya
1. Minyak Kelapa
Minyak kelapa sudah lama dikenal sebagai bahan perawatan kulit karena dapat membantu menjaga kelembapan serta meredakan iritasi. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa minyak kelapa murni memiliki nilai SPF sekitar 7.
Nilai tersebut memang menunjukkan adanya perlindungan terhadap sinar UV, tetapi masih lebih rendah dibandingkan tabir surya komersial yang umumnya memiliki SPF minimal 15.
2. Minyak Zaitun
Selain digunakan sebagai minyak untuk pangan, minyak zaitun juga pernah diteliti karena kemampuannya menyerap radiasi UV. Dalam penelitian yang sama, minyak zaitun memiliki nilai SPF sekitar 8, sedikit lebih tinggi daripada minyak kelapa.
Minyak zaitun juga termasuk minyak nonvolatil, artinya tidak mudah menguap pada suhu normal sehingga dapat tetap berada di permukaan kulit lebih lama.
Baca juga: Membedah Dampak Positif dan Negatif Media Sosial terhadap Kesehatan Mental
3. Minyak Biji Raspberry Merah
Di antara minyak nabati yang disebutkan dalam penelitian tersebut, minyak biji raspberry merah memiliki nilai SPF paling tinggi, yaitu sekitar 28.
Meski memiliki nilai SPF yang cukup tinggi, perlindungan minyak ini belum selengkap tabir surya komersial.
Para peneliti lebih melihatnya sebagai bahan yang berpotensi melengkapi formulasi tabir surya alami, bukan menggantikannya.
4. Minyak Laurel Alexandria
Minyak yang berasal dari pohon laurel Alexandria (Calophyllum inophyllum) juga menarik perhatian para peneliti. Selain aman digunakan pada kulit, beberapa penelitian menunjukkan minyak ini memiliki kemampuan menyerap radiasi UV yang cukup baik.
Baca juga: Perbandingan Psikiater BPJS dan Umum: Biaya, Layanan, dan Waktu Tunggu
Sifat tersebut membuat minyak laurel Alexandria dinilai berpotensi dikembangkan sebagai salah satu bahan dalam produk tabir surya alami.
Bukan Pengganti Tabir Surya
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa beberapa minyak nabati memang memiliki kemampuan menyerap sebagian radiasi UV.
Namun, hal itu bukan berarti minyak-minyak tersebut dapat menggantikan tabir surya yang telah diformulasikan dan diuji untuk memberikan perlindungan kulit yang lebih menyeluruh.
Karena itu, minyak nabati lebih tepat dipandang sebagai bahan alami yang memiliki potensi dalam pengembangan produk perawatan kulit maupun tabir surya, bukan sebagai pengganti sunscreen saat beraktivitas di bawah sinar matahari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Earth.com