Selasa, 14 JULI 2026 • 13:00 WIB

Bahaya Jamu Mengandung BKO: Kenali Ancaman Zat Kimia di Balik Khasiat Instan bagi Tubuh Kamu

Author

Ilustrasi Jamu dan Devana Ardiaty, S.Farm (stifera.ac.id)

INDOZONE.ID - Di tengah padatnya aktivitas harian, siapa yang tidak tergoda jika rasa pegal linu yang mengganggu berhari-hari bisa langsung hilang dalam hitungan menit saja?.

Ungkapan mengenai jamu tradisional yang sangat manjur dan langsung mengembalikan stamina tubuh setelah sekali minum sering kali terdengar di tengah masyarakat kita.

Bagi sebagian orang, pengalaman instan tersebut dianggap sebagai bukti mutlak keampuhan produk herbal, padahal jamu alami sejatinya bekerja melalui proses biologis yang berlangsung secara bertahap.

Ketika sebuah produk herbal memberikan efek yang terasa terlalu cepat, kamu sudah seharusnya mulai kritis dan mempertanyakan keaslian bahan alam yang ada di dalamnya.

Baca juga: Dari Pengabdian Yang Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Maraknya peredaran jamu ilegal yang sengaja dicampuri Bahan Kimia Obat (BKO) kini menjadi perhatian serius Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena mengancam keselamatan konsumen.

Para pelaku usaha nakal sengaja memanfaatkan keinginan kamu yang menyukai hasil instan demi meraup keuntungan sepihak dengan memalsukan nomor izin edar.

Pada kelompok jamu yang menjanjikan peningkatan vitalitas lelaki atau obat kuat, zat kimia Sildenafil Sitrat menjadi BKO yang paling sering dicampurkan oleh pelaku industri ilegal.

Padahal, penggunaan zat ini wajib berdasarkan indikasi medis serta harus berada di bawah pengawasan ketat dari tenaga kesehatan yang ahli.

Baca juga: 7 Ikan yang Baik untuk Tekanan Darah Tinggi, Apa Saja?

Jika kamu mengonsumsinya secara sembarangan tanpa aturan yang tepat, kandungan berbahaya ini dapat memicu efek samping fatal mulai dari serangan jantung, stroke, hingga kematian mendadak.

Bagi produk herbal yang menjanjikan peredaan nyeri otot secara instan, zat kimia seperti Parasetamol, Deksametason, atau kombinasi Natrium Diklofenak kerap ditemukan di dalamnya.

Efek redanya rasa sakit yang kilat tersebut patut kamu waspadai karena Deksametason sendiri termasuk dalam golongan obat keras kortikosteroid.

Mengonsumsi racikan zat kimia ini dalam jangka panjang tanpa kontrol medis berisiko merusak organ dalam, menyebabkan pengeroposan tulang, hingga perubahan bentuk wajah menjadi membulat.

Baca juga: Kisah Kopi sebagai Warisan Budaya di Berbagai Negara: Kenali Sejarah di Balik Setiap Cangkir Kamu

Pada kelompok jamu yang menawarkan penurunan berat badan secara cepat, zat kimia bernama Sibutramin menjadi jenis BKO yang paling dominan disisipkan secara ilegal.

Zat peredam nafsu makan ini sebenarnya telah resmi dilarang oleh pemerintah sejak tahun 2010 karena efek buruknya yang sangat merusak sistem tubuh.

Kamu perlu berhati-hati karena zat terlarang ini dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular secara drastis, termasuk memicu stroke dan gagal jantung.

Langkah awal perlindungan diri yang paling mendasar adalah dengan selalu membiasakan diri memeriksa Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk.

Kamu harus memastikan bahwa legalitas produk herbal tersebut benar-benar asli dan terdaftar secara resmi melalui pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile.

Melakukan verifikasi mandiri ini akan menjauhkan kamu dari jebakan jamu ilegal yang mencantumkan nomor registrasi fiktif di pasar.

Kamu patut menaruh curiga yang besar apabila menemukan sebuah produk herbal yang diklaim mampu menyembuhkan berbagai macam keluhan penyakit sekaligus dalam satu kemasan.

Di dalam dunia medis, tidak pernah ada satu produk pun yang bisa menjadi solusi instan untuk segala macam gangguan kesehatan manusia.

Oleh karena itu, pasanglah sikap kritis kamu ketika mendengar promosi atau testimoni produk herbal yang terdengar terlalu sempurna di media sosial.

Kamu harus senantiasa menanamkan pemahaman bahwa cara kerja obat bahan alam asli sangat berbeda dengan mekanisme obat-obatan kimia konvensional.

Hasil yang dirasakan langsung dalam hitungan menit setelah sekali minum justru menjadi sinyal kuat bahwa produk tersebut telah dicemari zat kimia berbahaya.

Jadikan kewaspadaan ini sebagai tameng utama agar kamu tidak mengorbankan kesehatan masa depan demi kenyamanan sesaat.

Apabila dilakukan analisis perbandingan langsung, kamu dapat melihat perbedaan fokus antara produk legal yang aman dan produk tercemar yang mengancam nyawa.

Jika pemakaian puluhan ribu produk jamu resmi yang memiliki izin edar sah dari BPOM memberikan jaminan keamanan, mutu bahan baku yang jelas, serta khasiat bertahap bagi kesehatan jangka panjang kamu.

Maka konsumsi ratusan produk jamu ilegal yang terbukti mengandung BKO justru membawa ancaman kerusakan jantung, stroke, kerapuhan tulang, hingga risiko kematian mendadak akibat dosis kimia yang tidak terkontrol.

Perbedaan hasil akhir ini menunjukkan bahwa kesehatan sejati tidak pernah diukur dari seberapa cepat efeknya terasa, melainkan dari legalitas dan keamanan zat yang masuk ke dalam tubuh kamu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Devana Ardiaty, S.Farm

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU