INDOZONE.ID - Batuk merupakan keluhan yang umum terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari iritasi saluran pernapasan hingga infeksi.
Namun, batuk yang tidak kunjung sembuh bisa menjadi tanda tuberkulosis (TBC). TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru.
Baca juga: Masih Muda tapi Asam Urat Tinggi? Ternyata Ini Penyebabnya
Penyakit ini dapat menular melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau meludah. Sementara itu, batuk biasa umumnya dipicu oleh infeksi virus, alergi, atau paparan asap dan polusi.
Perbedaan Batuk TBC dan Batuk Biasa
Berikut beberapa hal yang dapat membedakan batuk TBC dengan batuk biasa.
1. Durasi batuk
Batuk biasa umumnya akan membaik dalam beberapa hari hingga sekitar dua minggu dengan istirahat yang cukup dan penanganan yang tepat.
Sebaliknya, batuk akibat TBC biasanya berlangsung selama dua minggu atau lebih dan tidak kunjung membaik.
Baca juga: Sering Nyeri Sendi? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
2. Penyebabnya
Batuk TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menular melalui udara.
Sementara, batuk biasa lebih sering dipicu oleh infeksi virus, alergi, iritasi akibat asap rokok, maupun polusi udara.
3. Gejala yang Menyertai
Batuk TBC sering disertai gejala lain seperti batuk berdahak, sesak napas, nyeri dada, demam, menggigil, penurunan berat badan, dan hilangnya nafsu makan.
Pada batuk biasa, gejala yang muncul umumnya berupa pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, atau demam ringan, tergantung penyebabnya.
Baca juga: Jangan Berlebihan! Makanan Ini Dikaitkan dengan Risiko Kanker
Jika batuk tidak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu atau disertai gejala yang mengarah pada TBC, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Pemeriksaan dan penanganan sejak dini penting untuk mencegah penularan serta mengurangi risiko komplikasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Primecare Clinic