Ilustrasi Parfum Bunga Tulip. (Foto: Freepik @caramell88)
INDOZONE.ID - Indra penciuman dan emosi memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Ketika kita menghirup aroma, molekul-molekul zat kimia yang terbawa oleh udara masuk ke dalam hidung dan melekat pada reseptor penciuman yang terdapat di mukosa hidung.
Reseptor ini kemudian mengirimkan sinyal ke berbagai bagian otak, termasuk amigdala dan hipokampus. Kedua area otak tersebut berperan penting dalam memproses emosi serta mengelola memori.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekitar 75 persen dari emosi yang kita rasakan setiap hari dipengaruhi oleh aroma yang kita hirup.
Aroma tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga dapat berdampak pada tingkat stres, sifat kepribadian, kemampuan berkonsentrasi, dan daya ingat kita.
Baca juga: 101 Caption Lucu Hari Kamis dalam Bahasa Inggris dan Artinya
Menariknya, kita memiliki kemungkinan seratus kali lebih besar untuk mengingat sesuatu yang kita cium dibandingkan dengan sesuatu yang kita lihat, dengar, atau sentuh.
Melansir dari Fragrance Science, aroma yang menyenangkan dapat meningkatkan suasana hati hingga 40 persen.
Sebagai contoh, aroma kayu dan musk dikenal dapat menimbulkan rasa tenang dan damai, sementara aroma bunga seperti mawar dan melati sering dikaitkan dengan perasaan romantis dan kebahagiaan.
Namun, respons seseorang terhadap aroma tertentu tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh faktor budaya dan lingkungan sekitar.
Misalnya, aroma lavender dapat memberikan efek relaksasi yang kuat bagi orang-orang di Eropa dan Brasil, tetapi mungkin tidak memberikan efek yang sama bagi seseorang yang tinggal di Asia.
Pemahaman mendalam tentang hubungan ilmiah antara aroma dan emosi ini memungkinkan para pembuat parfum untuk secara sengaja merancang komposisi wewangian yang mampu memengaruhi dan mengatur emosi manusia.
Baca juga: 111 Caption tentang Matcha Bahasa Inggris dan Artinya, Lucu!
Aroma parfum bukan sekadar pelengkap penampilan, melainkan memiliki kekuatan psikologis yang mampu memengaruhi suasana hati, membangkitkan kenangan, hingga membentuk persepsi sosial.
Hubungan antara wewangian dan emosi ini berakar pada cara otak manusia memproses aroma: ketika kita mencium sesuatu, sinyal dari reseptor penciuman langsung dikirim ke sistem limbik—bagian otak yang mengatur emosi, memori, dan perilaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fragrance Science