Ilustrasi mengatur keuangan dengan pasangan. (freepik)
INDOZONE.ID - Masalah uang sering kali jadi topik sensitif dalam hubungan. Terutama bagi pasangan muda, penting untuk belajar sejak awal tips keuangan.
Gunanya supaya pasangan muda bisa membangun pondasi rumah tangga yang sehat secara finansial. Selain itu, setiap bulan kamu juga jadi tahu berapa jumlah pemasukan dan pengeluaran.
Berikut beberapa cara bijak dan praktis yang bisa dipertimbangkan pasangan untuk mengatur keuangan rumah tangga tanpa harus terjebak drama dan rasa bersalah.
Ilustrasi mengelola keuangan untuk pasangan muda. (freepik)
Metode ini cocok untuk pasangan dengan pendapatan yang seimbang. Semua pengeluaran bersama seperti sewa, tagihan, langganan streaming, atau makanan hewan peliharaan dibagi dua sama rata. Ini adalah pendekatan yang terasa “adil” secara tradisional dan memberi rasa keadilan.
Namun, jika salah satu pasangan memiliki penghasilan jauh lebih rendah, metode ini bisa terasa menekan. Pasangan dengan penghasilan lebih kecil mungkin merasa selalu “keteteran” meskipun ia membayar porsi yang “adil”.
Baca juga: Sudah Berpasangan tapi Jatuh Hati pada Orang Lain? Ini 3 Alasannya
Metode ini lebih realistis dan adil secara proporsional. Misalnya, jika satu pasangan berpenghasilan Rp6 juta dan yang lain Rp10 juta, membayar jumlah yang sama tentu tidak ideal. Maka, pembagian biaya dilakukan berdasarkan persentase penghasilan masing-masing.
Metode ini bisa menjadi solusi dalam mengelola keuangan untuk suami istri yang memiliki kesenjangan penghasilan. Namun, perlu ada keterbukaan dan kenyamanan saat membicarakan pendapatan masing-masing.
Untuk pasangan yang hidupnya sudah benar-benar menyatu, menggabungkan semua pendapatan dalam satu rekening bisa jadi pilihan alami. Dari sana, semua pengeluaran, tabungan, hingga belanja dikelola bersama.
Ini adalah pendekatan umum dalam mengatur keuangan rumah tangga jangka panjang, terutama bagi pasangan menikah. Tapi ingat, tetap butuh kesepakatan dan kedewasaan agar tidak menimbulkan konflik gaya hidup atau kebiasaan belanja.
Baca juga: 7 Red Flag Kencan Pertama yang Sering Diabaikan Pasangan, Jangan Dilakuin Ya Dek Ya!
Alih-alih menghitung persentase atau jumlah uang, beberapa pasangan memilih untuk membagi beban keuangan berdasarkan jenis pengeluaran. Misalnya, satu pihak membayar sewa dan langganan, sementara pihak lain menangani belanja bulanan, tagihan listrik, dan makan di luar.
Metode ini bisa memberi rasa tanggung jawab masing-masing dalam cara mengelola keuangan bersama pasangan yang tidak terlalu kaku. Namun tetap perlu evaluasi agar tidak terjadi ketimpangan dalam nilai tanggung jawab yang dibagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.indiatimes.com