Ilustrasi daur ulang barang bekas. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)
INDOZONE.ID - Siapa sangka, barang-barang yang tidak terpakai seperti pakaian bekas bisa jadi sesuatu yang bermanfaat dan bisa dijadikan sumber pemasokan. Tapi belum banyak orang tahu tentang hal ini.
Diungkapkan Brand Communications Manager EcoTouch Agnes Kiki, banyak orang yang salah kaprah dalam memperlakukan pakaian bekas.
Mereka sering menjadikan pakaian bekas sebagai lap pembersih, yang sebenarnya bisa dianggap sebagai upaya memperpanjang usia pakaian tersebut. Tapi cara ini ternyata memiliki kelemahan besar.
Baca juga: Daur Ulang Plastik Jadi Tas: Inovasi Ramah Lingkungan yang Bisa Hasilkan Cuan!
"Biasanya kan orang-orang pakai baju bekas tuh dijadiin lap ya. Nah itu sebenernya udah salah satu upaya lah untuk memperpanjang usia si bajunya. Cuma itu ternyata tricky, dan ketika udah jadi lap itu justru nggak bisa di recycle, karena itu udah menyerap noda, noda basah kayak kecap, minyak, nah itu noda-noda itu kalau dicuci kering pun masih ada, sudah terkontaminasi lah," ujar Kiki dalam acara Partisipasi TACO di Indonesia Design Week (IDW) 2025 di PIK 2.
Oleh karena itu, Kiki menekankan agar masyarakat teredukasi untuk tidak menjadikan pakaian bekas sebagai lap, melainkan langsung membawanya ke tempat atau komunitas yang bisa mengelola pakaian bekas tersebut untuk didaur ulang.
Dengan cara ini, pakaian bekas bisa mendapatkan "kehidupan kedua" yang lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.
EcoTouch adalah perusahaan yang berfokus pada daur ulang limbah tekstil, mengubahnya menjadi produk seperti peredam suara, benang daur ulang, dan bahan isolasi bangunan yang ramah lingkungan. Mereka memiliki proses yang teliti dalam mengumpulkan, memilah, dan mengolah pakaian bekas untuk menciptakan produk-produk yang berkelanjutan.
EcoTouch bersama dengan TACO sebagai penyedia solusi desain premium mengambil peran penting sebagai katalis yang mendorong kolaborasi dan keberlanjutan dalam ekosistem kreatif.
"Emang kita bener-bener ada di industri ini buat kasih solusi buat para desainer gitu ya, dan kita support mereka untuk desain-desainnya bisa lebih gampang, lebih cepat, lebih taktis gitu," ujar Senior Manager of Experience Center & Relations Management TACO, Emeralda, dalam kesempatan sama.
"Jadi ya kita kasih solusi buat mereka, dan inilah salah satunya tujuan yang ada di sini. Karena kan datang desainer-desainer semua gitu ya, sama penikmat-penikmat seni gitu kan," lanjutnya.
Baca juga: Inovasi Daur Ulang Limbah Tusuk Sate Bernama “Re-Skewer”, Bisa Jadi Sumber Daya Bermanfaat
Selain memperkenalkan koleksi terbaru, ada juga sesi workshop upcycling yang mengolah sisa material menjadi karya baru bernilai guna. Kamu bisa belajar banyak tentang recycle di momen ini loh.
Dalam proses ini, beberapa material seperti TACO Sheet dan Fio Carpet turut digunakan. Kamu bisa melihat material desain yang punya kehidupan baru dengan fungsi yang berbeda, namun tetap bernilai guna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan