Ilustrasi self love (Pixabay/Viorel Poparcea)
INDOZONE.ID - Apa sebenarnya arti “self love”? Bagi banyak orang, mencintai diri sendiri justru terasa seperti tantangan terbesar. Tekanan hidup yang datang silih berganti, ditambah standar kebahagiaan yang sering diukur dari harta atau pencapaian, membuat kita mudah lupa untuk peduli pada diri sendiri.
Kurangnya cinta pada diri sendiri dapat membawa dampak serius, bukan hanya membuat mental drop, tapi juga memengaruhi kesehatan fisik. Bahkan, kondisi ini bisa memicu penyakit kronis dan membuat kita ingin menjadi orang lain demi memenuhi standar “sempurna” yang dibentuk media sosial maupun tren.
Padahal, self love adalah kunci keseimbangan batin dan kebahagiaan sejati. Saat kita mengabaikan kebutuhan emosional maupun spiritual, kecemasan akan semakin menumpuk. Membuka hati kepada Tuhan, misalnya, dapat memberi ruang untuk menerima cinta, bimbingan, serta kekuatan yang menyembuhkan dari dalam. Dari sanalah lahir kebutuhan emosional yang memicu rasa cinta pada diri sendiri seperti merawat tubuh, menghargai diri dengan penuh kasih, hingga terbebas dari rasa takut dan kesepian.
Baca juga: Pentingnya Self Love untuk Para Ibu, Hilangkan Kepenatan
Ketika hidup terasa tidak seimbang, kecemasan sering muncul tanpa kita sadari. Namun, penting untuk diingat: kecemasan bukanlah jati diri kita. Itu hanya reaksi, dan kita punya kendali penuh untuk menentukan cara meresponsnya.
Kecemasan bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari rasa gelisah, kekhawatiran berlebihan, hingga ketakutan pada orang atau situasi tertentu. Gejalanya pun beragam, ada yang ringan, ada pula yang berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti insomnia, serangan panik, overthinking, bahkan perasaan terjebak.
Semua itu sering berakar dari kurangnya self love. Terlalu sibuk mencari validasi orang lain membuat kita lupa mendengarkan isi hati sendiri. Akibatnya, kepercayaan diri runtuh dan tanpa sadar kita mulai membenci diri sendiri.
Dengan menumbuhkan self love, kita bisa menemukan kembali keseimbangan emosional. Situasi yang dulu membuat panik kini bisa dihadapi dengan lebih tenang. Saat menerima diri dengan segala kekurangan, kecemasan pun mereda, bahkan berubah hanya menjadi ketegangan ringan yang bisa dikendalikan.
Ilustrasi Self Love. Foto: Freepik (Aulia Faradiva )
Bagaimana mungkin kita bisa benar-benar mencintai orang lain jika diri sendiri saja belum dicintai? Self love adalah fondasi dari segala bentuk cinta. Tanpanya, hubungan apa pun akan terasa rapuh dan mudah goyah.
Sayangnya, banyak orang masih bingung bagaimana cara mempraktikkannya. Padahal, menumbuhkan self love dapat membuat hidup lebih tenang, bahagia, dan kuat menghadapi kecemasan sehari-hari.
Berikut beberapa cara sederhana yang bisa kamu terapkan:
Dengan menumbuhkan self love, kamu memperkuat kesehatan mental sekaligus membangun fondasi hubungan yang lebih sehat dengan orang lain. Kamu akan lebih sabar, empatik, dan kuat menghadapi konflik maupun tantangan.
Baca juga: Arti Self Healing, Self Care, Self Reward dan Self Love, Istilah yang Lagi Tren di Medsos
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Purple Freesia