Ilustrasi buku pengembangan diri (freepik,.
INDOZONE.ID - Setiap manusia pasti mengalami rintangan hidupnya masing-masing, yang hampir membuat down dan stres.
Sebagai makhluk yang bernalar, sudah sepatutnya kita mampu mengelola rasa emosional agar tak mengalami stres yang berkepanjangan.
Respons tiap manusia untuk mengelola emosional pun bermacam-macam, salah satunya dengan membaca buku. Berikut 8 rekomendasi buku self improvement paling populer untuk pengembangan diri.
Buku ini cocok untuk siapa saja yang merasa butuh motivasi agar dapat memahami diri sendiri, memandang hidup dengan pemikiran positif, serta menentukan tujuan hidup.
Sempat viral beberapa waktu lalu, buku yang ditulis oleh Henry Manampiring pada tahun 2018 ini menceritakan ilmu filsafat, yakni stoisisme dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Buku ini seakan mengingatkan para pembaca bahwa tidak semua hal di dunia ini dapat kita kontrol sesuai keinginan kita.
Selain itu, buku ini juga menjadi terapi untuk menjalani hidup dengan tenang, tak dipenuhi dengan emosi negatif.
Terbit pada tahun 2022, buku yang ditulis oleh dokter spesialis kedokteran jiwa ini, dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ, berisi tentang cara proses berpikir.
Lebih tepatnya, buku ini mengajak para pembacanya agar senantiasa dapat berpikir dengan jernih dan matang dalam berbagai kondisi, baik ketika senang maupun dalam keadaan terpuruk sekaligus.
Baca juga: 5 Zodiak Cowok Paling Keras Kepala dan Sulit Diatur, Sabar-sabar Ladies!
Ditulis oleh Mark Manson, buku terbitan tahun 2016 ini menjadi buku terlaris di New York Times dan Globe and Mail. Mengisahkan seorang pecandu alkohol yang tak disangka-sangka sukses menjadi penulis ternama.
Mengambil pelajaran hidup dari pecandu alkohol tersebut, buku ini mengajarkan para pembaca untuk hidup praktis dan realistis.
Caranya dengan menerapkan rasa ketidakpedulian terhadap hal-hal tertentu yang dapat menghambat kesuksesan hidup kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan