Aksi protes aktivis hewan di depan Senayan. (Handout)
INDOZONE.ID - Dua puluh lima aktivis hewan berkumpul di depan Plataran Hutan Kota, membawa spanduk yang menyerukan "Plataran, akhiri kandang sangkar sekarang". Act for Farmed Animals (AFFA), sebuah koalisi perlindungan hewan dari Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal International, menggelar aksi damai ini untuk mendesak perusahaan tersebut agar segera berkomitmen untuk memiliki kebijakan telur bebas sangkar.
Aktivis terlihat mengenakan kostum menarik sambil menyampaikan pesan kepada pejalan kaki yang melintas.
Aksi tersebut menampilkan aktivis dalam kostum ayam yang menggambarkan dualitas realita kehidupan: ayam dalam kandang sangkar dan yang bebas mengepakkan sayap tanpa kandang sangkar.
Visualisasi ini mendesak Plataran agar segera mengambil keputusan untuk membebaskan hewan, karena sistem sangkar konvensional menghalangi mereka untuk menjalankan perilaku alamiahnya.
Upaya meminta Plataran untuk berkomitmen bebas sangkar telah berlangsung selama empat tahun. Berbagai percakapan dan pertemuan dengan manajemen puncak Plataran telah dilakukan, tetapi Act for Farmed Animals menegaskan bahwa perusahaan tersebut belum juga memberikan respons yang signifikan.
Baca juga: 5 Tips Memilih Mesin Cuci yang Cocok untuk Pemilik Hewan Peliharaan
Bahkan di tengah aksi damai yang dilakukan pada Rabu 8 Oktober, staf Plataran menutupi logo mereka dengan kain dan juga baliho yang menunjukkan logo plataran ikut diturunkan.
Aksi protes aktivis hewan. (Handout)
"Sebagai perusahaan besar yang sudah memiliki kebijakan ramah lingkungan, seharusnya tidak sulit bagi Plataran untuk mempertimbangkan kesejahteraan hewan," ujar Elfha Shavira, pemimpin kampanye Act for Farmed Animals.
Dalam sistem kandang sangkar, ayam dikurung dalam kandang yang besarnya tak lebih dari selembar kertas berukuran A4 seumur hidup mereka. Sistem ini mencegah mereka melakukan perilaku alami yang penting bagi kesejahteraan mereka, seperti merentangkan sayap dengan bebas, bersarang, mandi debu, dan bertengger. B
ukti ilmiah telah berulang kali menunjukkan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan tekanan fisik dan psikologis yang parah, termasuk patah tulang, kerontokan bulu, dan stres.
Sejak tahun 2020, Act for Farmed Animals telah mengajak 51 perusahaan lokal dan global untuk memiliki kebijakan bebas sangkar. Hal ini mencerminkan meningkatnya permintaan konsumen dan kepedulian publik terhadap kesejahteraan hewan dan aspek etika konsumen di Indonesia.
AFFA berharap Plataran Group akan segera mengikuti jejak puluhan perusahaan lain yang telah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan hewan di Indonesia.
Act For Farmed Animals merupakan inisiatif kolaboratif Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal International untuk mengurangi penderitaan hewan yang diternakkan di Indonesia dan mempromosikan pilihan makanan yang lebih welas asih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release