Konten Kreator Australia, Damian Hoo. (sumber: Instagram/@hoointheworld)
INDOZONE.ID -Seorang kreator konten asal Australia yang kini menetap di Indonesia, Damian Hoo, belum lama ini membagikan pengalamannya mengenai kebiasaan masyarakat Indonesia yang jarang menerima tip.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @hoointheworld, Damian menceritakan kejadian menarik saat makan di sebuah rumah makan Padang bernama Bro Komar.
Ia memesan beberapa menu dan membayar total Rp40.000. Namun, sebagai bentuk apresiasi atas pelayanan yang dianggap ramah dan menyenangkan, Damian sengaja membayar Rp50.000 melalui QRIS.
Baca juga: Bapak Penjual Mainan Tolak Diberi Uang Cuma-Cuma oleh Tiga Perempuan
Awalnya, ia hanya ingin melihat ekspresi senang dari kasir ketika menerima tip Rp10.000 tersebut. Namun, respons yang diterima justru di luar dugaan. Kasir menolak tip itu dan tetap menyerahkan uang kembalian tunai sebesar Rp10.000, meski transaksi sudah dilakukan secara digital.
Merasa heran, Damian pun menanyakan alasan di balik penolakan itu. Kasir kemudian menjelaskan bahwa tempat makan tersebut merupakan usaha keluarga, dan mereka tidak terbiasa menerima uang lebih dari harga yang telah ditentukan.
“Dia bilang ini bisnis keluarga dan tidak ingin menerima tip. Aku hanya ingin berterima kasih atas pelayanan yang baik, tapi aku jadi bingung,” kata Damian dalam videonya.
Dalam keterangan unggahannya, Damian mengaku pengalaman seperti ini sudah sering dialami selama tinggal di Indonesia. Ia pun bertanya kepada warganet, mengapa masyarakat lokal cenderung menolak tip, bahkan dari orang asing.
“Setiap kali saya di Indonesia, hal ini selalu terjadi. Ada yang mengalami hal serupa juga, atau hanya saya?” tulisnya.
Unggahannya pun langsung menuai banyak tanggapan. Warganet menjelaskan bahwa menolak tip sering kali dianggap bagian dari nilai kejujuran dan ketulusan dalam bekerja, bukan bentuk penolakan terhadap kebaikan.
Baca juga: Penuh Cinta! Doa Tulus Seorang Ayah di Secarik Kertas Bikin Haru
Beberapa netizen menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia, terutama dalam usaha keluarga, lebih memilih menerima pelanggan dengan tulus daripada mendapatkan tambahan uang.
“Pemilik warung lebih bahagia jika pelanggan puas dan kembali lagi. Bayar sesuai harga, tak lebih dan tak kurang, itu bentuk saling menghormati,” tulis akun @koby***.
“Banyak warung Padang dikelola keluarga Muslim yang berpegang pada prinsip bahwa menjual makanan harus sesuai harga. Kalau kamu suka, datang lagi saja, itu sudah membuat mereka senang,” ujar akun @han***.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@hoointheworld