Ilustrasi pengolahan air. (Magnific)
INDOZONE.ID - Kualitas sumber air bersih di berbagai daerah dinilai terus menghadapi tantangan akibat meningkatnya pencemaran.
Air yang berasal dari sumur maupun jaringan perpipaan berisiko terkontaminasi oleh kebocoran pipa, banjir, logam berat, hingga mikroorganisme, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh dibandingkan penggunaan filter air konvensional.
Isu tersebut menjadi salah satu perhatian dalam ajang Indonesia Building Technology (IBT) 2026 di ICE BSD, Tangerang, yang berlangsung pada 11 Juli 2026.
Dalam pameran tersebut diperkenalkan sistem pengolahan air yang menggabungkan penyaringan sejak air memasuki bangunan hingga tahap pemurnian sebelum digunakan untuk konsumsi, oleh perusahaan pengolahan air asal Korea, FLAX.
Baca juga: WHO Soroti Mikroplastik di Air Minum, Begini Cara Menjaga Air Tetap Aman Dikonsumsi
Sales Manager FLAX, Willy Chandra, mengatakan setiap sumber air memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tidak dapat ditangani dengan metode yang sama.
"Kami tidak menjual sekadar filter air, tetapi sistem penjernihan yang dirancang sesuai kebutuhan setiap konsumen. Tujuan akhirnya adalah membantu masyarakat mendapatkan air yang lebih baik, karena kualitas air sangat menentukan kualitas hidup."
Ilustrasi pengolahan air. (Ist)
Menurutnya, tantangan yang banyak ditemui, terutama di Pulau Jawa, antara lain tingginya kandungan besi, mangan, silika, serta kontaminasi mikrobiologi akibat kedekatan sumber air dengan resapan septic tank.
Karena itu, proses penanganan air sebaiknya diawali dengan survei lokasi dan pengujian kualitas air untuk mengetahui kondisi masing-masing sumber air sebelum menentukan sistem yang digunakan.
Baca juga: Tren Penggunaan Pemurni Air Minum Meningkat, Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
"Setiap sumber air memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu kami selalu memulai dengan survei lokasi dan pengujian kualitas air sebelum merekomendasikan sistem yang paling tepat. Tidak semua air bisa diolah dengan mesin yang sama."
Selain menghadirkan sistem untuk kebutuhan rumah tangga, teknologi yang diperkenalkan juga mencakup unit berkapasitas besar bagi institusi serta perangkat portabel yang ditujukan untuk kondisi darurat.
Menurut Willy, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas air turut mendorong perkembangan kebutuhan teknologi pengolahan air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: