Ilustrasi kecerdasan emosional (freepik).
INDOZONE.ID - Sekarang ini, teknologi sama media sosial udah jadi bagian sehari-hari anak-anak.
Nah, salah satu hal penting yang nggak boleh kelewat dibahas adalah kecerdasan emosional atau EQ.
Buat kamu yang Gen Z, orang tua muda, atau kakak yang pengen bantu adik tumbuh jadi anak yang kuat dan tangguh, artikel ini pas banget.
Yuk, kita ngobrol santai aja, biar gampang dimengerti dan nyambung sama keseharian!
Singkatnya, kecerdasan emosional atau EQ itu kemampuan kita buat ngerti dan ngatur emosi sendiri, sekaligus ngeh sama perasaan orang lain.
Baca juga: 5 Tanda Kamu Memang Tidak Cocok Dengannya, Bukan Karena Kamu Avoidant!
Contohnya nih, kalau adik kecil menangis karena kalah main, nggak cukup cuma bilang “yaudah, nggak apa-apa”. Kita
bisa bilang, “Aku ngerti kamu sedih karena kalah,” terus bantu dia tarik napas, atau kasih saran, “Yuk, istirahat dulu bentar, nanti coba lagi.” Itu baru contoh pake EQ.
Serunya lagi, EQ itu bisa diajarin dan dilatih sejak kecil. Jadi nggak cuma bawaan lahir aja!
Anak yang punya EQ tinggi biasanya lebih jago menghadapi stres, kegagalan, atau ribut sama teman.
Soalnya, mereka paham perasaan sendiri dan bisa ngatur emosi dengan baik.
Baca juga: 5 November Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Ini Makna dan Sejarahnya!
Bahkan riset nunjukin, EQ yang tinggi erat kaitannya sama ketahanan diri alias resilience.
Dengan EQ, anak jadi lebih gampang bangun hubungan yang positif sama teman, guru, atau keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber